Iran Vs Amerika Memanas
Khamenei Tewas, Mantan Dubes RI untuk Iran: Perang Bisa Lebih Lama
Dian Wirengjurit mengatakan, kematian Ayatullah Ali Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.
Ringkasan Berita:
- Eks Dubes RI Dian Wirengjurit mengatakan, kematian Ayatullah Ali Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-AS berlangsung lebih lama.
- Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi mengaku sependapat dengan Dian Wirengjurit bahwa perang bisa berlangsung lebih lama.
- Ia lantas menjelaskan dua kemungkinan yang terjadi pasca-tewasnya Khamenei.
TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran (2012-2016) Dian Wirengjurit mengatakan, kematian Pemimpin Tinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei bisa menyebabkan perang antara Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS) berlangsung lebih lama.
"Saya tadinya membayangkan perang kali ini juga tidak akan lama karena sekadar uji coba. Tapi buat saya dengan kejadian konfirmasi tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, ceritanya agak berubah lagi bahwa perang mungkin lebih lama karena pasti Iran lebih mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada di berbagai front untuk lebih diarahkan kepada sasaran-sasaran yang lebih tertuju."
"Sehingga perang mungkin akan lebih lama, tapi yang pasti tetap akan berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi," ucap Dian dalam tayangan Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi mengaku sependapat dengan Dian Wirengjurit bahwa perang Iran vs AS-Israel bisa berlangsung lebih lama.
Ia lantas menjelaskan dua kemungkinan yang terjadi pasca-tewasnya Khamenei. Pertama, dari perspektif Israel-AS yang menginginkan pergantian rezim.
Presiden AS Donald Trump, sambungnya, akan memprovokasi masyarakat Iran untuk turun ke jalan mengganti rezim yang saat ini berkuasa.
"Jadi kalau memang ini akan terjadi, maka akan kita saksikan ke depan terutama dalam bentuk aksi-aksi jalanan yang itu juga didukung oleh Trump, diprovokasi oleh Trump agar rakyat-rakyat Iran pada turun ke jalan untuk mengganti rezimnya," ucap Hasibullah.
Dengan begitu, diharapkan Iran bisa kembali berkongsi dengan Israel seperti sebelum peristiwa revolusi 1979.
Kemudian, perspektif yang kedua adalah kematian Khamenei menjadi momentum untuk memperbaharui revolusi Islam Iran.
"Dengan cara meningkatkan aksi perlawanan, terutama kepada Amerika yang memang dalam dalam konteks perspektif ini disebut sebagai setan. (AS) setan besar dan Israel disebut sebagai setan kecil."
"Jadi saya melihat ketidakpastian Iran ke depan itu akan lebih panjang, lebih lama dalam dua kemungkinan tadi," ucap Hasibullah.
Baca juga: Pengamat: Serangan Iran Tak Menurun meski Ayatullah Ali Khamenei Tewas
Sikap Presiden Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pembunuhan terhadap Ayatullah Ali Khamenei.
Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamenei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Ia menyebut, kematian Khamenei akan menjadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.
Menurutnya, Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad. Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataannya yang dirilis Kantor Kepresidenan Iran.