Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sosok Mojtaba Hosseini Khamenei Figur Berpengaruh di Balik Layar yang Dekat dengan IRGC

Setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, siapakah tokoh pengganti yang dihormati dan disegani oleh IRGC?

Editor: Wahyu Aji
Wikipedia
Mojtaba Hosseini Khamenei tokoh yang sering muncul dalam pembahasan suksesi Iran pasca wafatnya Ali Khamenei. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, siapakah tokoh pengganti yang dihormati dan disegani oleh IRGC?

Berikut profil lengkap tokoh yang sering muncul dalam pembahasan suksesi Iran pasca wafatnya Ali Khamenei.

Profil Mojtaba Hosseini Khamenei

  • Nama lengkap: Mojtaba Hosseini Khamenei
  • Tanggal lahir: 8 September 1969
  • Tempat lahir: Mashhad, Iran
  • Pendidikan: Studi agama di Hawzah Qom (seminari ulama Syiah)
  • Agama/mazhab: Islam Syiah Twelver
  • Status keluarga: Anak kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh; berasal dari keluarga Khamenei yang berpengaruh di Iran.

Latar Belakang dan Karier

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai politikus dan ulama berkeringat hitam yang meskipun tidak memiliki jabatan resmi tinggi dalam pemerintahan, dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di balik layar dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Pendidikan dan formasi ideologis:

Ia belajar agama terutama di kota suci Qom — pusat pendidikan penting ulama Syiah — dengan guru-guru terkemuka, termasuk Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi dan lainnya.

Karier militer dan awal pengaruh:

Mojtaba pernah menjalani dinas militer singkat pada akhir Perang Iran–Irak (1987–1988) dan kemudian terlibat dengan paramiliter Basij, sebuah organisasi milisi yang sangat terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Peran politik di balik layar:

Meskipun tidak memegang jabatan pemerintahan besar, ia disebut-sebut sebagai figur berpengaruh dalam urusan keamanan dan politik Iran, khususnya dalam jaringan konservatif dan ulama garis keras. 

Laporan internasional juga menempatkannya sebagai salah satu aktor kunci yang berinteraksi erat dengan IRGC dan Basij dalam pengambilan keputusan strategis negara.

Kontroversi dan Calon Suksesi

Mojtaba sering disebut dalam diskusi tentang suksesi pemimpin tertinggi Iran sebagai calon yang berpengaruh namun kontroversial:

Pengaruh kuat namun posisi informal:

Ia dianggap tokoh berpengaruh di belakang layar karena kedekatannya dengan jaringan militer dan keamanan, meski tidak pernah memegang posisi resmi seperti presiden atau anggota Majelis Ahli.

Isu suksesi:

Namanya muncul dalam spekulasi media internasional sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan ayahnya setelah wafatnya Khamenei, namun konstitusi Iran tidak menjamin pewarisan langsung berdasarkan garis keturunan, dan beberapa pengamat mencatat bahwa ada hambatan formal dan tradisional terhadap suksesi dinasti.

Karena keterlibatan yang kuat dengan struktural keamanan dan dugaan perannya dalam mengatur respons terhadap protes domestik di berbagai periode, termasuk protes besar pada 2009 dan 2022, ia menjadi sosok yang memicu kontroversi kuat di dalam dan luar Iran.

Proses suksesi

Secara konstitusional, suksesi ditentukan oleh majelis ahli. Ada 88 ulama senior yang harus memilih pemimpin baru dengan minimal 59 suara.

Saat ini dipimpin oleh Muhammad Ali Mofahedi Kermani yang sudah berusia 92 tahun.

Tapi dalam kondisi serangan masih berlangsung dan situasi keamanan yang tidak stabil seperti saat ini, majelis sulit sekali berkumpul secara normal. 

Namun arah akhir suksesi akan sangat ditentukan oleh keseimbangan kekuatan politik di dalam negeri Iran.

Pernyataan Presiden Trump

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved