Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Singgung Trump, Pengamat Nilai Tak Sulit Akhiri Perang Iran vs Israel-AS

Pengamat Timur Tengah Musthafa Abd Rahman menilai perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel tidak sulit untuk diakhiri.

Ringkasan Berita:
  • Perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel disebut tidak sulit untuk diakhiri.
  • Pengamat Timur Tengah Musthafa Abd Rahman menilai, untuk mengakhiri perang dibutuhkan kemauan politik, khususnya dari Presiden AS Donald Trump.
  • Menurutnya, Trump bisa melakukan inisiatif menghentikan perang dengan Iran seperti yang terjadi pertengahan tahun 2025 lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah Musthafa Abd Rahman menilai perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel tidak sulit untuk diakhiri.

Namun, untuk mengakhiri perang dibutuhkan political will (kemauan politik), khususnya dari Presiden AS Donald Trump.

"Kalau memang ingin mengakhiri perang, ini kan enggak sulit-sulit banget. Yang penting ada political will, khususnya dari Trump," ucap Musthafa dalam acara Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, Trump bisa melakukan inisiatif menghentikan perang dengan Iran seperti yang terjadi pertengahan tahun 2025 lalu.

Apalagi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi juga sudah membuka pintu diplomasi bahwa perang bisa segera diakhiri.

"Artinya sudah memberi pesan politik kepada Trump khususnya dan Barat pada umumnya bahwa perang ini setiap saat bisa berakhir asalkan mereka yang mengambil inisiatif seperti juga yang terjadi pada perang tahun lalu." 

"Ini kan sebetulnya pesan politik yang sangat positif. Tinggal sekarang keputusannya adalah di tangan Amerika dan Israel," ungkapnya.

Jika AS-Israel terus melancarkan serangan dengan tujuan mengubah rezmi Iran yang dilahirkan dari revolusi tahun 1979, maka makin tipis kemungkinan perang ini berakhir dalam waktu dekat.

Namun, apabila perubahan rezim yang dimaksud AS-Israel adalah kematian Ayatullah Ali Khamenei, mereka bisa berdalih mengakhiri perang karena Pemimpin Tertinggi Iran itu sudah meninggal dunia.

"Sekarang tinggal ditunggu waktu yang tepat, khususnya untuk Trump berinisiatif mengakhiri perang ini dengan dalih, misalnya, Trump bisa membuat dalih kematian Ali Khamenei itu ke rakyat Iran, ke masyarakat Barat juga kepada Israel, misalnya, supaya dia punya dalih yang kuat untuk mengakhiri perang ini," ucap Musthafa.

Baca juga: Media Iran Konfirmasi Kabar Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel

MUI Kutuk Keras AS-Israel

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk serangan militer yang dilakukan Israel dan AS terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin waktu setempat.

Apalagi, serangan Israel dan AS itu juga berakibat pada gugurnya Ayatullah Ali Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan melalui Tausyiah MUI tentang eskalasi serangan Israel-Amerika terhadap Iran Nomor:Kep-28/DP/-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan pada Minggu (1/3/2026).

Dalam pernyataan itu, MUI juga mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Khamenei dan mendoakannya agar mendapat tempat terbaik setelah menjadi korban kebrutalan AS dan Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved