Iran Vs Amerika Memanas
Singgung Trump, Pengamat Nilai Tak Sulit Akhiri Perang Iran vs Israel-AS
Pengamat Timur Tengah Musthafa Abd Rahman menilai perang antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel tidak sulit untuk diakhiri.
"MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026," ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta.
"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," sambungnya.
Selain itu, Anwar juga merespons soal serangan yang dilakukan Iran ke pangkalan Militer Amerika Serikat yang berbasis di beberapa negara timur tengah.
Menurut dia, apa yang dilakukan Iran merupakan serangan balasan atas apa yang dilakukan Israel dan Amerika.
Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. Karena itu untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan pasal 2 ayat 4 Deklarasi PBB," tuturnya.
Anwar juga menduga bahwa motif serangan yang dilakukan Israel dan Amerika terhadap Iran disinyalir sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan.
Tak hanya itu serangan kedua negara tersebut Iran diyakini Anwar juga untuk membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina," jelasnya.
(Tribunnews.com/Deni/Fahmi)