Iran Vs Amerika Memanas
Alasan Kenapa AS-Israel Serang Iran hingga Khamenei Tewas dan Prabowo Ingin Jadi Mediator
Inilah alasan AS-Israel serang Iran hingga pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dan Presiden Prabowo Subianto ingin jadi mediator.
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
- Iran tak tinggal diam, mereka membalas dengan rentetan rudal yang menyasar Israel dan sejumlah negara Teluk.
- Stasiun TV nasional Israel melaporkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei menjadi salah satu target serangan, bersamaan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
TRIBUNNEWS.COM - Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) dan Israel kompak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Serangan dari AS dan Israel menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas.
Kematian Ali Khamenei diumumkan TV nasional Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, satu hari setelah AS dan Israel meyerang Iran.
Atas tewasnya Ali Khamenei, Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan 7 hari sebagai libur nasional.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran juga menjadi sorotan pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengaku siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog agar ketegangan mereda.
Baca juga: Kematian Khamenei Picu Ketegangan Global, Kapolri Ajak Rakyat Dukung Asta Cita Prabowo Subianto
Lantas, apa alasan AS dan Israel kompak menyerang Iran?
Alasan AS-Israel Serang Iran
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa operasi tempur besar-besaran yang dilakukan AS adalah untuk menghancurkan rudal Iran dan meluluhlantakkan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah.
"Industri itu akan benar-benar musnah lagi," kata Donald Trump dalam video berdurasi delapan menit yang diunggah di Truth Social, Sabtu pagi.
Orang nomor satu di AS tersebut juga menyampaikan peringatan sekaligus tawaran kepada personel militer Iran.
Jika mereka meletakkan senjata, Trump akan memastikan mereka mendapatkan amnesti.
Namun, jika tidak, Trump memperingatkan mereka akan menghadapi kematian.
Donald Trump juga mendesak rakyat Iran untuk bersiap menggulingkan rezim Ali Khamenei
"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi mendatang," kata Donald Trump.
Operasi militer besar-besaran yang dilakukan AS ini dijuluki Operasi Epic Fury.
Operasi tersebut dilakukan setelah berminggu-minggu ancaman dari Trump bahwa ia akan memerintahkan aksi militer jika Iran tidak menyetujui kesepakatan baru mengenai program nuklirnya.
Iran telah berulang kali menyatakan bahwa aktivitas nuklirnya sepenuhnya bersifat damai.
Komando Pusat militer AS mengatakan mereka ingin membubarkan aparat keamanan rezim Iran, dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang menimbulkan ancaman langsung.
Dikutip dari Al Jazeera, berikut alasan AS-Israel serang Iran:
- Menghancurkan kemampuan rudal Iran.
- Targetkan angkatan laut Iran.
- Mengganggu kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan tersebut.
- Memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Prabowo Ingin Jadi Mediator
Kesediaan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.
Langkah Prabowo tersebut mendapat dukungan dari Global Research on Economics, Advance Technology, and Politics (GREAT Institute).
GREAT Institute menilai perdamaian harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang kian memanas.
Lembaga ini berupaya menjawab tantangan kebangsaan melalui riset serta memosisikan diri sebagai mitra strategis pemangku kebijakan, kampus, pelaku industri, dan masyarakat.
"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," kata Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Menurut Teguh jalur dialog harus tetap menjadi pilihan utama dan Indonesia dapat memainkan peran penting sebagai penengah.
"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira," ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) juga menyoroti langkah Prabowo yang menawarkan diri untuk jadi mediator antara Iran dan AS.
Menurut JK, niat Prabowo baik, tetapi situasi Timur Tengah saat ini tidak sesederhana yang dibayangkan.
"Ya niat rencana itu baik saja, tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya," kata JK di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
JK menilai bahwa konflik di kawasan Timur Tengah selama ini sulit diselesaikan.
JK menyinggung konflik Israel dan Palestina yang hingga kini belum menemukan titik damai.
"Ya Israel dengan Palestina saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat dan Amerika," katanya.
JK juga turut menyayangkan perjanjian dagang Indonesia-AS yang menurutnya tidak seimbang dan merugikan sebelah pihak.
"Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara, dalam keadaan ini, dalam hal perundingan seperti itu," ucapnya.
Sebelumnya, Indonesia memutuskan bergabung BoP dengan tujuan mendorong komitmen kemanusiaan dan upaya perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina.
BoP sendiri dibentuk usai Donald Trump mengajukan 20 poin perdamaian untuk Gaza dan disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 18 November 2025.
20 poin perdamaian yang diajukan Trump dan didukung PBB itu berisi rencana bahwa Gaza akan menjadi zona bebas teror dan deradikalisasi, Gaza dibangun kembali untuk kepentingan rakyat Gaza.
Bila perang berakhir, maka pasukan Israel akan mundur, pembebasan sandera, tuntutan agar Hamas hidup damai dan menonaktifkan senjata, hingga bantuan untuk Gaza.
Dalam 20 poin perdamaian itu, memang ada tuntutan soal penonaktifan senjata Hamas dalam salah satu poin di atas. Namun, Indonesia berjanji tidak akan terlibat pelucutan senjata Hamas.
(Tribunnews.com/Rakli/Chaerul Umam/Mario Christian Sumampow/Rifqah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.