Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Gelombang Kerusuhan Tewaskan 22 Orang, Pakistan Tetapkan Jam Malam Selama 3 Hari

Sebelumnya ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes serangan AS-Israel terhadap Iran dan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

Tayang: | Diperbarui:
Editor: willy Widianto
The Independent/The Independent
RICUH DI PAKISTAN - Polisi mengejar para pengunjuk rasa yang memblokir jalan selama demonstrasi menentang pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Karachi, Pakistan, pada Minggu, 1 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sebelumnya ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes serangan AS-Israel terhadap Iran dan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
  • Ribuan demonstran Syiah tersebut juga menyerang kantor Kelompok Pengamat Militer PBB yang memantau gencatan senjata di sepanjang wilayah Himalaya Kashmir.
  • Asap terlihat mengepul dari gedung kantor PBB, setelah gedung tersebut dibakar oleh para demonstran pada hari Minggu(1/3/2026).

 

 

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD - Pakistan memberlakukan jam malam setelah protes mematikan terhadap serangan AS-Israel di Iran yang menewaskan 22 orang. Jam malam selama tiga hari diberlakukan di kota-kota utara Gilgit dan Skardu.

Baca juga: Kompleks Nuklir Natanz Iran Disebut Kena Serangan, IAEA: Belum Ada Tanda Kerusakan atau Radiasi

Sebelumnya ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes serangan AS-Israel terhadap Iran dan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Ribuan demonstran Syiah tersebut juga menyerang kantor Kelompok Pengamat Militer PBB yang memantau gencatan senjata di sepanjang wilayah Himalaya Kashmir yang disengketakan, dan Program Pembangunan PBB di kota Skardu. Menurut para pejabat, para pengunjuk rasa juga membakar kantor polisi dan merusak sebuah sekolah serta kantor sebuah badan amal lokal di Gilgit.

Asap terlihat mengepul dari gedung kantor PBB, setelah gedung tersebut dibakar oleh para demonstran pada hari Minggu(1/3/2026).

"Keselamatan dan keamanan personel dan fasilitas PBB di seluruh wilayah tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami terus memantau situasi dengan cermat," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dikutip dari The Independent, Senin(2/3/2026).

Shabir Mir, Juru Bicara Pemerintah Gilgit-Baltistan mengatakan pada hari ini bahwa situasi terkendali dan jam malam akan tetap berlaku hingga hari Rabu mendatang. Polisi telah mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah, dengan alasan kondisi ketertiban dan keamanan yang memburuk.

Sementara itu di Karachi, setidaknya 10 orang tewas dan hampir 120 orang terluka ketika para pengunjuk rasa menyerbu konsulat Amerika Serikat, menghancurkan jendela-jendelanya, dan mencoba membakar konsulat tersebut. Sebanyak 12 orang lainnya juga tewas dan sekitar 80 orang terluka dalam bentrokan dengan polisi di Gilgit-Baltistan.

Baca juga: Iran Apresiasi Niat Presiden Prabowo Jadi Mediator, Tapi Tutup Pintu Negosiasi Dengan AS

Kematian pemimpin tertinggi berusia 86 tahun itu dalam serangan AS-Israel pada hari Sabtu(28/2/2026) menuai kecaman dari seluruh dunia dan memicu protes di beberapa negara terutama oleh Muslim Syiah yang menghormatinya sebagai otoritas agama.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengutuk pembunuhan itu sebagai kejahatan besar. "Insya Allah, kami tidak akan pernah tunduk kepada Amerika dan Israel," kata Mamoona Sherazi, yang menghadiri demonstrasi di Karachi.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga mengatakan kesedihan mendalam atas kemartiran Khamenei dan menyampaikan belasungkawa kepada Teheran. “Pakistan berdiri bersama bangsa Iran di saat duka ini dan turut merasakan kehilangan mereka,” kata kantornya mengutip pernyataan Zardari.

Kedutaan Besar AS di Pakistan mengatakan bahwa mereka memantau laporan demonstrasi yang sedang berlangsung di konsulat di Karachi dan Lahore serta seruan untuk protes di kedutaan di Islamabad dan konsulat di Peshawar.

Bentrokan tersebut mendorong Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi untuk menyerukan ketenangan setelah kemartiran Ayatollah Khamenei.

"Setiap warga negara Pakistan turut berduka cita bersama rakyat Iran,” katanya dalam sebuah pernyataan yang mendesak masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan berdemonstrasi secara damai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved