Konflik Rusia Vs Ukraina
Peta Perang Berbalik, Laju Rusia Melambat Tajam saat Kyiv Cetak Terobosan di Garis Depan
Data Institute for the Study of War menunjukkan laju Rusia melambat di Ukraina, sementara Kyiv mencetak terobosan lokal.
Ringkasan Berita:
- Analisis data dari Institute for the Study of War menunjukkan pasukan Rusia mencatat kemajuan paling lambat di garis depan Ukraina dalam hampir dua tahun pada Februari.
- Sementara, Pasukan Kyiv merebut 61 kilometer persegi pada 15 Februari, serta lebih dari 50 kilometer persegi pada 21 dan 23 Februari.
- Rusia saat ini menduduki lebih dari 19 persen wilayah Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.469 pada Selasa (3/3/2026).
Pasukan Rusia mencatat kemajuan paling lambat di garis depan Ukraina pada Februari, menurut Institute for the Study of War.
Rusia hanya merebut 123 kilometer persegi wilayah, terendah sejak April 2024.
Sementara itu, Ukraina mencatat sejumlah kemajuan lokal di beberapa titik front.
Di selatan, pasukan Kyiv mendorong mundur Rusia di wilayah Dnipropetrovsk.
Serangan drone Ukraina juga menghantam terminal minyak Sheskharis di Novorossiysk.
Kyiv mengklaim serangan itu turut menyasar kapal perang dan sistem pertahanan Rusia.
Di sisi lain, serangan Rusia menewaskan sedikitnya delapan orang di Ukraina, termasuk di Kramatorsk.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pembicaraan damai yang dimediasi AS bisa digelar di Swiss atau Turki.
Perundingan terhambat karena Rusia menuntut Ukraina menyerahkan sisa wilayah Donbas.
Zelenskyy juga mendesak Uni Eropa menetapkan tanggal pasti aksesi Ukraina ke blok tersebut.
Baca juga: Starmer Siap Bantu Negara Teluk Cegat Drone Iran, Libatkan Pakar dari Ukraina dan Militer Inggris
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.
Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.
Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.