Iran Vs Amerika Memanas
PM Jepang Sanae Takaichi Ogah Sebut Serangan AS ke Iran Melanggar Hukum
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi enggan mengkategorikan serangan AS ke Iran sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional
Sanae Soroti Kegagalan Diplomasi oleh Iran
Menanggapi kritik Tamura tersebut, Takaichi justru menyoroti faktor kebuntuan diplomasi nuklir sebagai pemicu pecahnya konflik.
Ia menyebut bahwa pemerintah Jepang sebelumnya juga sangat mendukung negosiasi isu nuklir antara Washington dan Teheran.
“Kami berada dalam posisi sangat mendukung negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, namun sayangnya, negosiasi tersebut tidak berjalan baik, sehingga menyebabkan situasi saat ini,” jelas Takaichi.
Ia menambahkan bahwa Tokyo kini berupaya memulihkan perdamaian melalui komunikasi diplomatik dengan berbagai negara pesisir di Timur Tengah.
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengungkapkan bahwa pemerintah belum memberikan label resmi terhadap blokade efektif yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.
Jepang belum menentukan apakah kondisi tersebut masuk dalam kategori situasi yang mengancam kelangsungan hidup atau tidak.
Baca juga: LDP Menang Telak Pemilu Jepang, Trump Ucapkan Selamat ke Sanae Takaichi
Penetapan status ini sangat krusial, karena di bawah undang-undang keamanan Jepang, status tersebut dapat memicu hak pembelaan diri kolektif militer Jepang.
Apalagi, mayoritas impor minyak Jepang sangat bergantung pada jalur Selat Hormuz.
“Kami belum membuat keputusan apakah (blokade tersebut) termasuk dalam situasi-situasi ini,” pungkas Kihara kepada awak media.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sanae-Takaichi-12222222.jpg)