Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Proyeksikan Perang AS-Israel vs Iran Berlangsung 4–5 Minggu, Bisa Lebih Lama

Donald Trump menyebut perang melawan Iran diproyeksikan 4–5 minggu dan bisa jauh lebih lama karena ancaman rudal dan nuklir.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Donald Trump memproyeksikan perang melawan Iran berlangsung selama empat hingga lima minggu.
  • Dengan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, Trump menyebut operasi berjalan lebih cepat dari jadwal.
  • Trump menjamin misi ini memiliki target yang jelas dan bukan merupakan perang tanpa akhir seperti konflik di Irak.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan gambaran durasi operasi militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dilansir The Guardian, pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Senin (2/3/2026) waktu setempat dari Gedung Putih.

Trump memproyeksikan perang antara blok AS-Israel melawan Iran akan memakan waktu sekitar empat hingga lima minggu.

Dirinya menegaskan militer AS siap jika pertempuran harus berlangsung jauh lebih lama.

Ia mengungkapkan rencana awal militer sebenarnya menargetkan waktu empat minggu untuk sepenuhnya "mengakhiri kepemimpinan militer" Iran.

Ancaman Nuklir dan Rudal Balistik

Dalam pidatonya, Trump memberikan pembenaran atas intervensi militer ini dengan menyebut Iran sebagai "ancaman yang tak dapat ditoleransi".

Ia mengklaim program rudal balistik Iran berkembang sangat pesat dan segera mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

"Negara kita sendiri akan terancam, dan hampir saja terancam," ujar Trump, melansir laporan Al Jazeera.

Trump menetapkan empat tujuan utama dalam kampanye militer ini: menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan laut mereka, mencegah kepemilikan senjata nuklir, dan menghentikan dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan tersebut.

Update Korban dan Strategi Militer

Hingga saat ini, Pentagon mengonfirmasi empat personel militer AS telah gugur dalam pertempuran.

Sementara itu, dampak serangan di berbagai wilayah dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 555 orang di Iran, 13 di Lebanon, 10 di Israel, serta beberapa korban jiwa di Uni Emirat Arab, Irak, Oman, Bahrain, dan Kuwait.

Meskipun jumlah korban jiwa terus bertambah, Trump mengeklaim operasi militer berjalan sangat efektif.

"Kita jauh lebih cepat dari jadwal," katanya, mengacu pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Bukan Perang Tanpa Akhir

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, turut menegaskan bahwa operasi ini bukanlah bentuk pembangunan bangsa atau "perang tanpa akhir" seperti yang terjadi di Irak di masa lalu.

Baca juga: Efek Perang AS-Israel vs Iran, Laga Finalissima Spanyol vs Argentina Ikutan Terancam

Mengutip The Guardian, Hegseth menyatakan misi ini memiliki target yang jelas dan hancur-hancuran untuk melumpuhkan ancaman rudal serta nuklir secara permanen.

Menariknya, di tengah pengumuman situasi perang yang genting tersebut, Trump sempat memicu kontroversi dengan mempromosikan rencana pembangunan ruang dansa baru di Gedung Putih seharga 400 juta dolar, yang ia klaim akan selesai "di bawah anggaran".

Langkah Trump ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak yang menilai sang Presiden tidak peka terhadap keseriusan keputusan perang yang diambilnya.

Perkembangan Terkini Perang AS-Israel vs Iran

Dirangkum dari laporan terkini Al Jazeera, Selasa (3/3/2026), berikut ini perkembangan terkini perang AS-Israel vs Iran, yang telah berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026):

Israel Gempur Sistem Pertahanan Iran

Militer Israel menyatakan angkatan udaranya terus menyerang sistem pertahanan udara Iran.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan operasi menyasar radar dan peluncur rudal Iran.

Ia menyebut sejumlah personel yang mengoperasikan sistem pertahanan udara turut menjadi target.

Dalam unggahan di platform X, Adraee menambahkan bahwa serangan juga diarahkan ke lokasi yang berafiliasi dengan peluncur rudal balistik Iran.

Serangan Udara Hantam Pusat Teheran

Serangan udara dilaporkan menghantam pusat kota Teheran, dekat gedung parlemen lama Iran.

Surat kabar Shargh melaporkan area di sekitar persimpangan Jalan Valiasr dan Jalan Jami menjadi sasaran.

Lokasi tersebut berada di kawasan yang memiliki sejumlah situs budaya dan museum.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.

Baca juga: Kecam Serangan AS dan Israel, PGI Serukan Penghentian Aksi Militer di Timur Tengah dan Asia Selatan

Israel Luncurkan Serangan Baru ke Beirut

Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Beirut.

Menurut laporan Al Jazeera Arabic, serangan terbaru menghantam daerah Haret Hreik di kawasan Dahiyeh.

Serangan itu terjadi setelah sedikitnya dua serangan sebelumnya mengguncang wilayah yang sama dalam satu jam terakhir.

Militer Israel juga mengeluarkan perintah penggusuran paksa untuk lingkungan Al Hadath di Dahiyeh.

CENTCOM Klaim Hancurkan Fasilitas IRGC

Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam Iran.

United States Central Command (CENTCOM) menyebut serangan menyasar instalasi pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan terbang.

Klaim tersebut disampaikan melalui media sosial tanpa menyertakan bukti pendukung.

CENTCOM menegaskan akan terus mengambil tindakan terhadap ancaman yang disebut berasal dari rezim Iran.

Baca juga: Prihatin Situasi di Iran, WHO: Fasilitas Kesehatan Bukan Target Perang

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved