Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Buntut Konflik Iran Vs AS-Israel, Mahfud: Keterlibatan Indonesia di BoP Perlu Dipertimbangkan Lagi

Eks Menko Polhukam Mahfud MD menilai keterlibatan Indonesia di BoP harus dipertimbangkan kembali oleh Pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.

Editor: Nuryanti

"Termasuk dalam hal ini, dalam situasi seperti ini juga, Indonesia harus berada di posisi yang ingin menyelamatkan perdamaian," jelas Mahfud.

Baca juga: Prabowo Diminta Keluar BoP usai Konflik AS-Iran Memanas, BRIN: Khawatir Dianggap Tunduk pada Trump

MUI Minta Indonesia Pertimbangkan Kembali Keanggotaan BoP

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran

Dia menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang merusak upaya perdamaian global.

Menurut Sudarnoto, serangan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak memiliki komitmen terhadap perdamaian dunia. 

Serangan Amerika-Israel terhadap Iran memberikan bukti kasat mata bahwa Trump, baik sebagai presiden maupun chairman Board of Peace, bukanlah sosok yang mempunyai kepedulian untuk menciptakan perdamaian. Dia justru perusak brutal perdamaian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Ia juga menilai Board of Peace (BoP) yang dipimpin Trump tidak bisa dipercaya sebagai lembaga yang berorientasi pada perdamaian. 

Baca juga: Kutuk Serangan ke Iran, PBNU Harap Pemerintah Indonesia Manfaatkan Posisi di BoP Desak AS-Israel

Sudarnoto menyebut keberadaan BoP hanya kamuflase bermotif imperialistik. 

"BoP sudah runtuh secara moral dan kehilangan legitimasinya," katanya. 

Dalam konteks tersebut, Sudarnoto meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali posisi Indonesia sebagai anggota BoP. 

Dia bahkan mendorong agar negara-negara Muslim mengambil sikap serupa.

"Hemat saya, Presiden Prabowo perlu memperhitungkan kembali keberadaan Indonesia sebagai anggota BoP. Sikap yang sama seharusnya juga dilakukan negara-negara Muslim lainnya," katanya.

Ia menilai BoP tidak efektif dalam menciptakan perdamaian maupun memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

Karena itu, ia menyerukan persatuan negara-negara Muslim agar tidak terpecah belah oleh kepentingan imperialisme Amerika dan Israel.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani Respons Desakan Indonesia Mundur dari BOP: Presiden Sudah Tahu

Meski demikian, Sudarnoto menekankan bahwa langkah Indonesia harus tetap ditempuh secara diplomatik dan terukur. 

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kepentingan nasional (national interest) dalam setiap kebijakan luar negeri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved