Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Imbas Konflik Iran, Won Korea Sentuh Nilai Terendah dalam 17 Tahun Terakhir

Melemahnya mata uang Negeri Ginseng tersebut merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik antara Iran vs AS dan Israel

Penulis: Bobby W
Editor: Nuryanti
Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR WON - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Senin, (8/4/2025). Nilai tukar won Korea Selatan mencatatkan depresiasi tajam hingga menembus angka 1.500 per dolar AS pada sesi perdagangan Rabu pagi (4/3/2026).Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Nilai tukar won Korea Selatan anjlok hingga menembus 1.500 won per dolar AS, level terendah sejak krisis keuangan global Maret 2009
  • Depresiasi tajam ini disebabkan oleh eskalasi konflik militer antara AS, Israel, dan Iran yang memaksa investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven)
  • Dalam sepekan, kurs won melemah 3–4 persen akibat kekhawatiran dampak konflik terhadap kenaikan harga energi dunia dan inflasi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Nilai tukar won Korea Selatan mencatatkan depresiasi tajam hingga menembus angka 1.500 per dolar AS pada sesi perdagangan Rabu pagi (4/3/2026).

Penurunan drastis ini juga mencatatkan nilai tukar terendah Won terhadap Dolar AS dalam 17 tahun terakhir.

Mata uang Korea Selatan tersebut terakhir kali menyentuh angka serupa pada Maret 2009.

Penurunan nilai tukar Won ini sekaligus memberikan sinyal bahwa tekanan ekonomi saat ini setara dengan periode krisis keuangan global di masa lalu.

Melemahnya mata uang Negeri Ginseng tersebut merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memaksa para investor melakukan aksi jual besar-besaran dan mengalihkan aset mereka ke dolar AS, yang hingga kini dipandang sebagai aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian dunia.

Berdasarkan laporan Reuters dan sejumlah media asing lainnya, nilai tukar won terhadap dolar AS sempat menembus angka 1.500 won sekitar pukul 00.20 waktu setempat.

Pergerakan liar tersebut berlanjut hingga mencapai level tertinggi di angka 1.506 won per dolar AS, sebelum akhirnya kembali melandai tipis di bawah level 1.500 pada sesi berikutnya.

Analisis Tren Pelemahan Won

Dalam sepekan terakhir, won Korea Selatan memang terus menunjukkan tren pelemahan yang dipercepat oleh faktor eksternal.

Pada akhir Februari 2026, kurs USD/KRW masih berada di kisaran 1.427 hingga 1.440 won per dolar AS.

Baca juga: Rabu Pagi, IHSG Melemah ke Level 7.887, Ada 291 Saham Merosot

Namun, memasuki awal Maret, tekanan semakin meningkat dengan lonjakan ke level 1.453 won pada 2 Maret, hingga mencapai puncaknya di angka 1.506,71 won pada 3 Maret 2026.

Secara akumulatif, kurs USD/KRW telah naik sekitar 3 hingga 4 persen dalam kurun waktu satu minggu.

Lonjakan ini mencerminkan penguatan dolar AS secara global seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik tersebut akan berdampak buruk pada harga energi dan inflasi dunia.

Perbandingan dengan Rupiah

Kondisi lesunya won ini berbanding lurus dengan gejolak di pasar modal Asia lainnya.

Indeks saham Seoul (KOSPI) dilaporkan anjlok hingga 4 persen, mencatatkan akumulasi kerugian lebih dari 11 persen hanya dalam dua hari perdagangan.

Sentimen negatif ini turut menjalar ke bursa regional, termasuk indeks Nikkei Jepang yang ditutup melemah 2,5 persen pada sesi yang sama.

Sementara itu, pada 4 Maret 2026, nilai tukar won terhadap rupiah Indonesia terpantau berada di kisaran Rp11,35 hingga Rp11,44 per 1 won.

Hal ini menunjukkan bahwa pelemahan won terhadap dolar AS turut menekan nilai tukarnya terhadap rupiah, meskipun posisi rupiah relatif lebih stabil di tengah penguatan dolar global.

Baca juga: Ramadan dan THR Jadi Sentimen Positif Emiten Sektor Ritel, Bagaimana Target Harga Saham ERAA?

Sebagai ilustrasi, 1.500 won Korea Selatan saat ini setara dengan kisaran Rp17.100 hingga Rp17.160.

Ketidakpastian yang masih berlangsung di Timur Tengah juga terus menimbulkan kekhawatiran besar bagi pasar keuangan Asia, khususnya bagi negara-negara importir energi seperti Korea Selatan dan Indonesia.

Saat ini, para investor global terus memantau dampak lanjutan terhadap stabilitas harga energi serta kemungkinan penundaan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral masing-masing negara.

RUPIAH MENGUAT - Uang rupiah diantara dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup di level Rp16.768 per USD. Mata uang Indonesia menguat 14 poin atau setara 0,08 persen dari posisi Rp16.782 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Uang rupiah di antara dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Tribunnews/Jeprima (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

(Tribunnews.com/Bobby)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved