Uang Tunai Hilang di Tokyo Tembus Rp470 Miliar pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Rekor baru di Tokyo: uang hilang 4,5 miliar yen dalam setahun, mayoritas kembali ke pemiliknya
Lalu sekitar 680 juta yen menjadi pendapatan pemerintah Tokyo karena pemiliknya tidak ditemukan.
Baca juga: Dua Peraih Nobel Jepang Berbeda Pandangan soal AI
Waspada Penipuan Berkedok “Barang Hilang”
Di sisi lain, polisi juga memperingatkan masyarakat tentang meningkatnya penipuan melalui telepon yang mengaku dari petugas barang hilang.
Modusnya biasanya dimulai dengan panggilan otomatis yang menyatakan bahwa kartu bank milik korban ditemukan. Setelah itu seseorang yang mengaku polisi meminta korban mentransfer uang dengan alasan penyelidikan.
Polisi menegaskan bahwa mereka tidak pernah menggunakan panduan suara otomatis untuk menghubungi warga, dan meminta masyarakat berhati-hati terhadap panggilan semacam itu.
Untuk mempermudah pencarian barang hilang, kini hadir layanan digital bernama “Lost Property Cloud find”.
Melalui layanan ini, masyarakat cukup sekali mengajukan laporan secara online, lalu sistem akan mencocokkan data barang hilang dengan database berbagai perusahaan transportasi menggunakan teknologi pengenalan gambar AI.
Layanan yang diluncurkan pada Desember lalu ini sudah digunakan oleh delapan operator transportasi, termasuk Bandara Haneda dan perusahaan kereta.
Mulai bulan depan, JR East juga akan ikut bergabung.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat mencakup juga pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas publik sehingga proses pencarian barang hilang menjadi lebih mudah.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kantor-Lost-and-Found111.jpg)