Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Citra Satelit Ungkap Strategi Iran Lumpuhkan Radar AN/TPY-2 dan Jaringan Komando AS di Timur Tengah

Serangan ini jelas menargetkan “sistem saraf digital” yang menghubungkan angkatan laut, udara, dan pertahanan rudal AS, bukan sekadar simbolis.

Tayang:
HO/IST
RUSAK - Analisis citra satelit komersial menunjukkan serangan presisi rudal dan drone Iran menghancurkan terminal SATCOM, radome, dan infrastruktur komunikasi di sekitar radar pelacak rudal AN/TPY-2 di sejumlah basis militer AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. 

Ringkasan Berita:
  • Analisis citra satelit komersial menunjukkan serangan presisi rudal dan drone Iran menghancurkan terminal SATCOM dan infrastruktur komunikasi di sekitar radar AN/TPY-2 di sejumlah basis militer AS di Teluk.
  • Serangan ini bukan sekadar mengenai fasilitas simbolis, melainkan menargetkan “sistem saraf digital” yang menghubungkan pertahanan rudal AS. 
  • Akibatnya, jaringan komando dan kontrol terganggu, mengancam aliran informasi real-time yang vital untuk koordinasi pertahanan rudal kawasan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analisis citra satelit komersial menunjukkan serangan presisi rudal dan drone Iran menghancurkan terminal Satellite Communication (SATCOM), radome, dan infrastruktur komunikasi di sekitar radar pelacak rudal AN/TPY-2 di sejumlah basis militer AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Radome (gabungan dari radar dan dome) adalah kubah pelindung yang menutupi antena radar atau antena satelit.

Menurut laporan The New York Times, serangan terkoordinasi ini merusak jaringan komunikasi militer AS secara luas, mengganggu tautan komando dan kontrol, serta membuka kerentanan arsitektur militer Amerika yang menopang proyeksi kekuatan di kawasan Timur Tengah.

Citra satelit memperlihatkan terminal SATCOM hancur, radome berlubang, dan antena satelit roboh di dekat sistem radar canggih.

Serangan ini jelas menargetkan “sistem saraf digital” yang menghubungkan angkatan laut, udara, dan pertahanan rudal AS, bukan sekadar fasilitas simbolis.

Para analis memperingatkan bahwa kerusakan ini mengancam aliran informasi real-time yang penting untuk koordinasi pertahanan rudal di seluruh kawasan, dengan konsekuensi berantai terhadap pencegahan dan pengambilan keputusan operasional.

Perbandingan citra sebelum dan sesudah menunjukkan antena SATCOM di beberapa basis terkena dampak langsung, menghancurkan piringan satelit serta sistem daya dan pendingin.

Radome pelindung radar juga tampak rusak parah, membuka peralatan internal terhadap debu, panas, dan misalignment yang bisa mengganggu transmisi sinyal.

Antena komunikasi besar terlihat roboh atau bengkok, reflektor pecah, dan mekanisme penyelarasan hancur, sehingga tidak bisa lagi menjaga tautan presisi dengan satelit geostasioner yang vital bagi komunikasi militer jarak jauh.

Pola kerusakan di sekitar radar AN/TPY-2 menunjukkan doktrin penargetan yang canggih: bukan menghancurkan radar yang dilindungi, melainkan memutus infrastruktur pendukung sehingga sensor canggih menjadi tidak efektif.

Jika dikonfirmasi, penghancuran node komunikasi ini bisa menjadi salah satu gangguan paling signifikan terhadap arsitektur komando AS di Teluk sejak pendirian fasilitas permanen Amerika di kawasan tersebut.

Bagaimana Iran melakukannya?

Berdasarkan laporan dan citra satelit yang beredar:

1. Serangan dengan rudal dan drone

Laporan menyebut bahwa serangan Iran melibatkan peluncuran rudal serta serangan drone tak berawak (attack drones) ke sejumlah instalasi militer AS dan sekutunya di Teluk. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved