Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Gara-gara Konflik Iran, Dialog Damai Ukraina-Rusia Macet, Zelensky Ngaku Kecewa

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengaku kecewa, karena dialog damai dengan Rusia macet gara-gara konflik Iran.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengaku kecewa ketika pembicaraan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS harus dihentikan.
  • Penghentian pembicaraan ini diakibatkan adanya konflik senjata antara AS-Israel dengan Iran.
  • Delegasi Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada pekan ini.
  • Namun, rentetan serangan rudal dan drone yang melibatkan Iran dan Israel membuat wilayah Teluk menjadi zona berisiko tinggi.

TRIBUNNEWS.COM - Upaya menciptakan perdamaian di Ukraina kembali menemui jalan buntu.

Kali ini disebabkan dengan adanya konflik senjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Akibatnya, pembicaraan trilateral antara Ukraina, Rusia, dan AS harus dihentikan.

"Kita harus realistis. Fokus mitra internasional kita sekarang sedang terbagi karena krisis di Timur Tengah," ujar Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengutip Anadolu.

Delegasi Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada pekan ini.

Namun, rentetan serangan rudal dan drone yang melibatkan Iran dan Israel membuat wilayah Teluk menjadi zona berisiko tinggi.

Bahkan, ruang udara di beberapa negara kawasan tersebut sempat ditutup, membuat logistik pertemuan diplomatik menjadi mustahil.

Zelensky tak menampik bahwa Amerika Serikat kini memiliki "pekerjaan rumah" yang lebih berat.

Sebagai penengah dalam konflik Ukraina, AS kini juga harus sibuk meredam potensi perang besar di Timur Tengah.

Kondisi ini membuat tekanan diplomatik terhadap Moskow sedikit melonggar.

Meski mengaku kecewa dengan penundaan ini, Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan mundur dari meja perundingan.

Baca juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina Usul Barter Senjata di Timur Tengah

Ia berharap situasi di Iran segera mereda agar dialog trilateral bisa kembali digelar.

Di sisi lain, Kremlin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, sebelumnya juga sempat melontarkan nada pesimis.

Menurut Moskow, perundingan di Abu Dhabi "hampir mustahil" terlaksana di tengah hujan rudal yang menghiasi langit Timur Tengah.

Kini, nasib perdamaian Ukraina bergantung pada seberapa cepat ketegangan di belahan dunia lain mereda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved