Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Amerika Serikat dan Israel Punya Target Baru dalam Perang Melawan Iran, Apa Itu?

Rencana AS melakukan pengawalan militer terhadap kapal tanker dan kapal komersial di Teluk Hormuz tak akan efektif mencegah serangan Iran.

US CENTCOM
Kapal induk Amerika Serikat, USS Dwight D Eisenhower melewati Selat Hormuz menuju perairan Teluk. Gambar diambil pada 26 November 2023. 

Amerika Serikat dan Israel Punya Target Baru dalam Perang Melawan Iran, Apa Itu?

TRIBUNNEWS.COM  - Militer Amerika Serikat dilaporkan memiliki target baru untuk dihancurkan pada serangan gabungan bersama Israel dalam perang melawan Iran.

Khaberni, Kamis (5/3/2026) melansir, serangan AS-Israel kini lebih terfokus pada kemampuan angkatan laut Iran.

Target baru ini ditetapkan setelah Presiden AS, Donald Trump berjanji untuk menyediakan pengawalan militer bagi kapal tanker minyak dan kapal-kapal komersil yang melewati Selat Hormuz.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak 10 Persen, IRGC Iran Blokade Selat Hormuz: Harga Tembus 200 Dolar per Barel?

Menurut pakar militer asal Yordania, Brigadir Jenderal (Purn) Elias Hanna, apa yang dikatakan Trump tersebut membutuhkan sistem pengamanan yang malah dan canggih untuk jarak hingga 2.400 kilometer yang dilalui kapal-kapal yang masuk dan keluar dari wilayah Teluk Arab.

Dua hari sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur distribusi perdagangan vital dunia yang dilalui oleh 20 persen ekspor energi global.

IRGC Iran juga menyatakan kalau mereka telah menargetkan kapal-kapal yang menolak untuk mematuhi larangan melintas.

Blokade Selat Hormuz ini membuat laju distribusi minyak dan logistik turun drastis di kawasan dan berimbas secara global.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak 10 Persen, IRGC Iran Blokade Selat Hormuz: Harga Tembus 200 Dolar per Barel?

AS dan Israel bereaksi dengan berupaya memutus tembok blokade lewat serangan-serangan ke markas dan pangkalan militer Iran, khususnya Angkatan Laut negara tersebut.

Pada Rabu (4/3/2026) malam, televisi Iran mengumumkan kalau pelabuhan Bandar Abbas telah menjadi sasaran serangan brutal oleh jet tempur Israel.

Di pihak lain, Militer Israel (IDF) mengonfirmasi kalau mereka menargetkan infrastruktur di seluruh ibu kota, Teheran.

Amerika Serikat sebelumnya telah mengumumkan akan menargetkan pangkalan Bandar Abbas.

AS juga mengklaim telah menenggelamkan apa yang disebutnya sebagai kapal induk drone Iran "Shahid Bagheri" dan 20 fregat milik Garda Revolusi.

Sebelumnya pada Rabu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tenggelamnya sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka di Samudra Hindia.

Polisi Sri Lanka mengatakan jenazah 87 pelaut telah ditemukan dari kapal perang Iran yang menjadi sasaran serangan.

Gambar satelit yang dikumpulkan oleh Maxar memperlihatkan kapal induk Iran pengangkut dan peluncur drone tempur berada di luar pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Gambar satelit yang dikumpulkan oleh Maxar memperlihatkan kapal induk Iran pengangkut dan peluncur drone tempur berada di luar pelabuhan Bandar Abbas, Iran. (ndtv/tangkap layar)

Pengawalan Militer Kapal Komersil Tak Cukup Efektif

Aktivitas Amerika dalam menargetkan angkatan laut Iran ini mencerminkan keinginan Washington untuk menghilangkan ancaman maritim di pantai-pantai tempat pasukan Iran berada di wilayah Teluk Arab, yang membentang dari 1.250 kilometer hingga 2.400 kilometer, jarak yang dapat ditargetkan Iran, menurut Brigadir Jenderal Elias Hanna.

Menurut pakar militer tersebut, Iran tidak dapat menutup Selat Hormuz dengan kehadiran militer, tetapi mereka melakukannya dengan mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang melewati daerah tersebut untuk menaikkan biaya transit dan asuransi ke tingkat yang memaksa perusahaan untuk menghindari jalur ini.

"Karena itu, Amerika Serikat saat ini berupaya untuk melenyapkan kekuatan angkatan laut Iran yang menargetkan Selat tersebut karena pengawalan kapal mungkin tidak akan mencapai hasil yang diinginkan," menurut pakar militer yang menunjukkan kegagalan metode ini dalam Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an.

Serangan AS-Israel dimulai dengan menargetkan secara intensif rudal-rudal Iran dan peluncurnya, serta kekuatan angkatan laut.

Menurut Hanna, ini menunjukkan kalau Amerika Serikat menyerang semua yang ada di Iran selatan, sementara Israel menargetkan semua fasilitas Iran yang ada di barat laut, termasuk ibu kota, Teheran.

Angkatan laut Iran mengandalkan peperangan asimetris menggunakan kapal dan torpedo, yang menurut pakar militer, telah berhasil di wilayah Teluk, tetapi belum menimbulkan kerugian pada kapal perusak Amerika yang ditempatkan di Samudra Hindia.

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved