Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang

Meski pilot kedua bisa diselamatkan, Amerika mengalami kerugian besar karena mereka menghancurkan sendiri pesawat mereka.

Foto dok: AFP
BURU PILOT AS - Anggota Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC-QF) dalam sebuah misi operasi. Personel elite militer Iran ini dilaporkan dikerahkan untuk mencari pilot Amerika yang pesawat F-15E-nya ditembak jatuh sistem pertahanan udara Iran. 

Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang

TRIBUNNEWS.COM - Laporan media Amerika Serikat (AS) dan pernyataan resmi lembaga berwenang, terus mengungkap detail dari apa yang digambarkan sebagai "salah satu operasi penyelamatan paling berani dan kompleks" dalam sejarah operasi khusus Amerika.

Operasi ini diklaim sukses mengevakuasi seorang perwira sistem senjata AS, dari jantung wilayah Iran, dua hari setelah jet tempur F-15E-nya ditembak jatuh.

Baca juga: AS Kian Getol Mengebom: Komandan Unit Fatehin IRGC Iran Tewas, Mantan Menlu Luka-luka

Pilot tersebut adalah anggota kru kedua dari pesawat yang diumumkan Iran telah ditembak jatuh oleh pertahanan udaranya,

Adapun Washington mengumumkan penyelamatan anggota kru pertama pada Jumat lalu, hari yang sama ketika pesawat itu ditembak jatuh.

Berlomba Melawan Waktu di Balik "Garis Musuh"

Axios mengutip pernyataan pejabat AS yang mengatakan bahwa pasukan khusus (komando) berhasil menyelamatkan perwira kedua dalam awak pesawat tempur yang ditembak jatuh oleh Teheran di wilayah barat daya negara itu.

Menurut sumber-sumber tersebut, perwira yang berpangkat kolonel itu terluka setelah terjun payung.

Dia berhasil bersembunyi di daerah pegunungan terjal selama lebih dari 24 jam.

Sendirian di gurun Iran, dia mampu lolos dari kejaran unit-unit yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran yang berpacu dengan waktu untuk menemukannya.

Menurut laporan pers Amerika, perwira tersebut mengandalkan perangkat komunikasi yang aman dan sangat terenkripsi untuk berkoordinasi dengan tim komando dari lokasinya di pegunungan Iran.

"Sumber-sumber mengkonfirmasi bahwa awak pesawat melakukan kontak langsung melalui sistem darurat canggih setelah terjun payung, yang memungkinkan Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Pentagon untuk secara akurat menentukan lokasi mereka meskipun operasi kamuflase dan pengejaran yang sedang berlangsung oleh Garda Revolusi," tulis laporan tersebut, dikutip dari Khbrn, Minggu (5/4/2026).

New York Times melaporkan bahwa operasi yang berlangsung pada Sabtu malam itu melibatkan ratusan pasukan operasi khusus, puluhan pesawat tempur dan helikopter, serta kemampuan intelijen, siber, dan luar angkasa tingkat lanjut untuk menentukan lokasi perwira tersebut.

Anggota Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC-QF)
Anggota Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC-QF) (AFP)

Helikopter Blackhawk Nyaris Jatuh

Dalam rincian konfrontasi di lapangan, sumber-sumber menyatakan bahwa pesawat-pesawat Angkatan Udara AS melancarkan serangan intensif terhadap konvoi dan pasukan Iran yang mencoba mendekati area tempat perwira itu bersembunyi.

Sementara itu, Wall Street Journal mengindikasikan bahwa helikopter HH-60 melakukan sorti di ketinggian rendah di medan pegunungan di tengah tembakan darat Iran.

Laporan mengkonfirmasi bahwa sebuah helikopter Black Hawk terkena tembakan pertahanan Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved