Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-26: Rudal dan Drone Hantam Teluk, AS Kirim 3.000 Pasukan dan Buka Negosiasi
Perang Iran hari ke-26 memanas, serangan meluas di Teluk, AS kirim pasukan namun buka peluang negosiasi damai.
Ringkasan Berita:
- Perang AS-Israel melawan Iran memasuki hari ke-26 dengan serangan meluas di berbagai wilayah.
- AS memberi sinyal eskalasi militer sekaligus membuka peluang negosiasi damai.
- Konflik berdampak besar pada pasar energi global, terutama di Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-26, Rabu (25/3/2026).
Eskalasi militer kian meluas, ditandai dengan serangan rudal dan drone di kawasan Teluk serta rencana pengiriman 3.000 pasukan AS.
Al Jazeera melaporkan, serangan udara, rudal, dan drone terjadi di Iran, Israel, serta negara-negara Teluk, di tengah upaya diplomasi yang masih diwarnai klaim saling bertentangan.
Konflik ini tidak hanya memperluas wilayah pertempuran, tetapi juga mengguncang pasar energi global, terutama akibat gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Serangan Intensif di Iran
Serangan terbaru di selatan Teheran dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 28 lainnya.
Ledakan juga terjadi di wilayah timur Teheran yang menghancurkan sebuah sekolah serta sejumlah bangunan permukiman.
Di tengah situasi tersebut, warga Iran dilaporkan mengalami kebingungan terkait klaim negosiasi dari Amerika Serikat, sementara serangan masih terus berlangsung.
Baca juga: Trump Tawarkan Rencana 15 Poin untuk Akhiri Perang Iran, Ada Gencatan Senjata 1 Bulan
Analis Negar Mortazavi menilai Iran ingin mengakhiri perang dengan syaratnya sendiri, sekaligus membangun efek jera agar konflik tidak terulang di masa depan.
Klaim Negosiasi dan Bantahan Teheran
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
Ia bahkan mengklaim Teheran siap memberikan konsesi besar, termasuk terkait minyak, gas, dan Selat Hormuz.
Namun Iran membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada pembicaraan resmi yang terjadi.
Al Jazeera melaporkan, perbedaan narasi ini memperkuat ketidakpastian di tengah perang yang masih berlangsung.
Rencana Damai 15 Poin
Sejumlah laporan menyebut Washington telah mengirimkan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran.
Rencana tersebut dilaporkan difasilitasi oleh Pakistan, termasuk melalui peran kepala angkatan daratnya.