Iran Vs Amerika Memanas
Lebih dari 3.000 Rumah di Iran rusak Akibat Serangan AS-Israel
Selain 3,000 lebih rumah rusak, fasilitas layanan hingga medis di Iran juga turut hancur akibat serangan AS-Israel.
Ringkasan Berita:
- Presiden Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, menyebutkan lebih dari 3.000 rumah di Iran rusak akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.
- Hossein mengatakan 3.643 lokasi sipil telah rusak, termasuk 3.090 rumah.
- Kemudian kerusakan pada 528 pusat komersial dan layanan, 14 fasilitas medis atau farmasi, dan sembilan fasilitas Bulan Sabit Merah.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, menyebutkan lebih dari 3.000 rumah di Iran rusak akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Perang antara AS-Israel dan Iran hingga kini masih terus berlanjut, setidaknya ada 1.230 orang tewas dalam serangan tersebut.
Selain rumah rusak, fasilitas layanan hingga medis juga turut hancur akibat serangan tersebut.
Hossein mengatakan 3.643 lokasi sipil telah rusak, termasuk 3.090 rumah.
Kemudian kerusakan pada 528 pusat komersial dan layanan, 14 fasilitas medis atau farmasi, dan sembilan fasilitas Bulan Sabit Merah.
"Sebagian besar target berada di daerah pemukiman padat penduduk," kata Hossein, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (6/3/2026).
Atas serangan AS-Israel ini, Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan Iran siap berperang dalam jangka waktu lama.
Naeini mengatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dan siap untuk memperkenalkan persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik tersebut.
Dia juga menegaskan musuh-musuh Iran “harus mengharapkan pukulan yang menyakitkan” dalam gelombang serangan baru yang akan datang.
"Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan. Teknologi-teknologi ini belum diterapkan secara luas," katanya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (6/3/2026).
Naeini juga mengatakan Iran kini lebih siap dibandingkan perang 12 hari tahun lalu yang dilancarkan oleh AS dan Israel.
Baca juga: Iran Siap Perang dalam Jangka Waktu Lama, IRGC: Senjata Baru Sedang Perjalanan
Dia bahkan menggambarkan konfrontasi militer yang sedang berlangsung sebagai "perang suci dan sah".
Iran Tutup Pintu Damai
Sementara Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebelumnya juga mengatakan negaranya menutup pintu damai atas serangan yang dilakukan AS maupun Israel.
Atas dasar itu, Boroujerdi memastikan Iran akan membereskan AS dan Israel di lapangan perang.
“Kali ini Iran akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” kata Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi Solidaritas Kemanusiaan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026), dikutip dari Kompas TV.