Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Planet Labs Blokir Citra Perang Iran atas Permintaan AS, Akses Satelit Ditutup Tanpa Batas

Planet Labs hentikan publikasi citra perang Iran tanpa batas atas permintaan AS, akses satelit kini dibatasi ketat.

Ringkasan Berita:
  • Planet Labs menghentikan publikasi citra perang Iran tanpa batas atas permintaan pemerintah AS.
  • Akses citra satelit kini dibatasi dan hanya dirilis secara selektif demi alasan keamanan.
  • Kebijakan ini muncul di tengah eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran di Timur Tengah

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan satelit asal Amerika Serikat, Planet Labs menghentikan publikasi citra perang Iran tanpa batas waktu atas permintaan pemerintah Amerika Serikat (AS) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Al Jazeera melaporkan, kebijakan tersebut disampaikan kepada pelanggan melalui email resmi, menyusul permintaan pemerintah AS agar seluruh penyedia citra satelit memberlakukan “penangguhan citra tanpa batas waktu” untuk wilayah konflik.

Langkah ini memperluas pembatasan sebelumnya yang sempat diberlakukan selama 14 hari, setelah penundaan awal 96 jam.

Kini, akses terhadap citra terbaru dari kawasan Iran dan sekitarnya ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Pembatasan Citra untuk Kepentingan Militer

Mengutip Reuters, Planet Labs menyatakan penahanan citra berlaku surut sejak 9 Maret 2026 dan akan diterapkan hingga konflik berakhir.

Perusahaan berbasis California itu juga mengubah sistem distribusi menjadi “akses terkelola”, di mana citra hanya dirilis secara terbatas berdasarkan pertimbangan keamanan.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Strategi Iran Lumpuhkan Radar AN/TPY-2 dan Jaringan Komando AS di Timur Tengah

Langkah ini disebut bertujuan mencegah pemanfaatan citra satelit oleh pihak lawan untuk kepentingan militer, seperti identifikasi target, pelacakan pergerakan, hingga panduan serangan.

“Ini adalah keadaan luar biasa, dan kami berupaya menyeimbangkan kebutuhan semua pemangku kepentingan,” tulis Planet Labs.

Akses Informasi Global Ikut Terdampak

Pembatasan ini berdampak langsung pada akses informasi global, terutama bagi media, peneliti, dan lembaga internasional yang selama ini mengandalkan citra satelit untuk memantau wilayah konflik.

Di sisi lain, citra satelit juga memiliki nilai strategis dalam operasi militer, sehingga pembatasan dinilai sebagai bagian dari upaya pengendalian informasi selama perang berlangsung.

Konflik Terus Meluas

Reuters melaporkan, kebijakan ini muncul di tengah konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Sejak itu, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah aset AS di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan pembatasan citra satelit tersebut akan dicabut, seiring konflik yang masih terus berkembang di kawasan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved