Sabtu, 18 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Krisis Bahan Bakar Jet: Maskapai Mulai Batalkan Penerbangan Akibat Perang Iran

Perang Iran memicu lonjakan harga minyak dan kelangkaan bahan bakar jet secara global.

Editor: Tiara Shelavie
Pexels
ILUSTRASI BANDARA - Ilustrasi bandara yang diunduh dari Pexels pada 24 Juli 2025. Perang Iran memicu lonjakan harga minyak dan kelangkaan bahan bakar jet secara global. 

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran memicu lonjakan harga minyak dan kelangkaan bahan bakar jet secara global.
  • Banyak maskapai mulai membatalkan atau mengurangi penerbangan serta menaikkan harga tiket.
  • Krisis diperkirakan akan meluas dari Asia ke Eropa, dengan dampak besar pada industri penerbangan.

TRIBUNNEWS.COM - Maskapai mulai membatalkan penerbangan akibat kekurangan bahan bakar jet dan lonjakan harga yang dipicu perang Iran

Awalnya perang membuat penerbangan lebih mahal. Kini, perang mulai membuat penerbangan menghilang.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran telah mengganggu rantai pasok, membuat minyak terjebak di fasilitas penyimpanan di seluruh Timur Tengah. Hal ini menyebabkan harga minyak melonjak melewati 100 dolar AS per barel, sekaligus mengurangi ketersediaannya.

Akibatnya, harga bahan bakar jet mencapai 195 dolar AS pada akhir Maret, naik hampir 100 dolar dibanding akhir Februari saat perang dimulai. Seiring konflik berlanjut, bahan bakar jet semakin sulit diperoleh, terutama bagi negara yang tidak memproduksi sendiri atau memiliki pasokan terbatas.

Dilaporkan Business Insider, direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, mengatakan dalam wawancara podcast pekan ini bahwa kehilangan pasokan minyak pada April akan dua kali lipat dibanding Maret, sehingga kelangkaan bahan bakar jet dan diesel semakin meningkat.

“Kami sudah melihat ini di Asia, dan kemungkinan pada April atau Mei akan merambah ke Eropa,” ujarnya.

Analis pasar minyak senior di Sparta Commodities, June Goh, mengatakan bahwa bahan bakar jet membutuhkan penyimpanan khusus sehingga jumlah cadangannya lebih sedikit dibanding produk lain seperti bensin.

“Perjalanan di Asia menjadi jauh lebih mahal, dengan banyak maskapai menambahkan biaya bahan bakar atau bahkan membatalkan penerbangan,” tulisnya.

“Eropa menghadapi kekurangan bahan bakar jet dalam waktu dekat. Bersiaplah.”

Baca juga: AS-Iran dan Mediator Bahas Syarat Gencatan Senjata 45 Hari, Berpotensi Akhiri Perang Secara Permanen

Perusahaan analitik energi Argus Media juga melaporkan bahwa Inggris merupakan negara di Eropa yang paling rentan terhadap pengetatan pasokan diesel dan bahan bakar jet.

Berikut beberapa maskapai yang telah mulai membatalkan penerbangan:

Maskapai Eropa

Ryanair, maskapai terbesar di Eropa, menyatakan sedang mempertimbangkan pengurangan rute. CEO Michael O’Leary mengatakan pasokan bahan bakar jet berisiko terganggu jika perang terus berlanjut.

“Kami tidak memperkirakan gangguan hingga awal Mei, tetapi jika perang berlanjut, ada risiko gangguan pasokan di Eropa pada Mei dan Juni,” ujarnya.

Lufthansa juga bersiap menghadapi skenario terburuk dengan menyusun rencana darurat, dan bahkan dapat menghentikan operasional hingga 40 pesawat.

Scandinavian Airlines akan memangkas sekitar 1.000 penerbangan akibat lonjakan biaya bahan bakar. Sebagian besar pembatalan terjadi pada rute jarak pendek di kawasan Nordik, dan maskapai juga menaikkan harga tiket.

United Airlines

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved