Konflik Rusia Vs Ukraina
Turuti Permintaan AS, Ukraina akan Bantu Hadapi Drone Shahed Iran
AS mengirim permintaan kepada Ukraina untuk membantunya mempertahankan diri dari drone Shahed Iran di berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Ukraina menerima permintaan langsung dari AS untuk membantunya mempertahankan pangkalan militernya di Timur Tengah yang menjadi sasaran serangan balasan Iran.
- Iran menyerang pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
- Ukraina mendukung AS-Israel dalam agresinya terhadap Iran, karena mengklaim Iran mendukung Rusia dengan mengirim senjata yang digunakan dalam perang terhadap Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1472 pada Jumat (6/3/2026).
Pada hari Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat (AS) telah meminta negaranya untuk membantu menghadapi drone Shahed Iran di Timur Tengah.
Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara di Timur Tengah sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Zelenskyy mengatakan Ukraina akan membantu AS melindungi diri dari drone-drone tersebut.
"Saya menginstruksikan untuk menyediakan sarana yang diperlukan dan memastikan kehadiran spesialis Ukraina yang dapat menjamin keamanan yang dibutuhkan. Ukraina membantu mitra yang membantu keamanan kita dan melindungi nyawa rakyat kita," tulis Zelenskyy dalam akun X, Jumat.
Sebelumnya, Zelenskyy melaporkan Ukraina sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memberikan keahlian dalam menembak jatuh pesawat tak berawak jenis Shahed kepada negara-negara Timur Tengah.
"Kami ingin memperoleh rudal yang langka untuk sistem Patriot dan mentransfer sejumlah pencegat yang sesuai. Kami memahami dengan jelas berapa banyak yang kami butuhkan dan berapa banyak yang dapat kami produksi dengan cepat, dengan tetap berdialog dengan para mitra," kata Zelensky.
Ukraina, bersama dengan tim dari UEA, Qatar, dan negara-negara lain, akan menentukan bagaimana cara bersama-sama menghadapi serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan itu, lapor Pravda.
AS-Israel menyerang Iran setelah AS selama berbulan-bulan mengancam akan menggunakan "opsi militer" jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS dalam perundingan nuklir.
Serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu membuat Iran menarik diri dari perundingan tersebut, menganggap AS tidak serius dengan perundingan tersebut.
Sementara itu, Ukraina yang mendapat dukungan militer dari AS, mendukung langkah AS-Israel yang menyerang Iran karena Kyiv menganggap Iran mengirim senjata ke Rusia.
Baca juga: Rusia: AS-Israel Sengaja Ingin Menyeret Bangsa Arab ke Dalam Perang Iran
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina mulai terjadi secara terbuka pada 24 Februari 2022. Pada hari itu, Rusia melancarkan serangan besar ke sejumlah kota di Ukraina.
Sebenarnya, akar konflik ini sudah muncul sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an.
Setelah merdeka, Ukraina perlahan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Langkah tersebut dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di wilayah bekas Uni Soviet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ZELENSKY-DAN-TRUMP-555555555.jpg)