Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rusia: AS-Israel Sengaja Ingin Menyeret Bangsa Arab ke Dalam Perang Iran

Kemenlu Rusia menyebut AS dan Israel sengaja ingin menyeret bangsa Arab ke dalam perang setelah Iran menyerang pangkalan AS di Timur Tengah.

Foto: Mikhail Sinitsyn, TASS/Kremlin
PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Selasa (23/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Pabrik Motovilikha pada 19 September 2025. -- Rusia menyebut AS dan Israel sengaja ingin menyeret bangsa Arab ke dalam perang setelah Iran menyerang pangkalan AS di Timur Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Rusia menyebut AS-Israel ingin menyeret negara-negara Arab ke dalam perang.
  • Iran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di berbagai negara Arab sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel pada 28 Februari.
  • AS-Israel melanjutkan serangannya terhadap Iran, menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran, menurut data hari ke-6.
  • AS-Israel menyerang Iran setelah selama berbulan-bulan AS mengancam akan menggunakan "opsi militer" jika Iran tak memenuhi tuntutannya dalam perundingan nuklir.

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel berupaya menyeret negara-negara Arab ke dalam perang terhadap Iran.

Iran menyerang pangkalan militer AS di berbagai negara di Timur Tengah termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain, sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel di Iran pada 28 Februari.

Rusia menilai AS dan Israel sengaja memprovokasi Iran agar negara itu menyerang pangkalan militer mereka di Timur Tengah.

“Mereka sengaja memprovokasi Iran untuk melakukan serangan balasan terhadap target di beberapa negara Arab, yang mengakibatkan kerugian jiwa dan material, yang sangat disesalkan oleh pihak Rusia,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Kamis (5/3/2026).

“Dengan melakukan itu, mereka mencoba menyeret bangsa Arab ke dalam perang demi kepentingan pihak lain," lanjutnya.

Kementerian itu menyebut satu-satunya cara untuk mencegah destabilisasi lebih lanjut di Timur Tengah adalah dengan menghentikan agresi AS dan Israel.

Rusia mengatakan bahwa saat ini belum ada tanda-tanda bahwa kedua agresor tersebut akan menghentikan serangan mereka terhadap Iran, lapor Times of Israel.

Perang AS-Israel VS Iran

AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari lalu dengan meluncurkan rudal ke berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran.

Serangan itu terjadi setelah AS-Iran menyelesaikan perundingan nuklir putaran ketiga di Jenewa, Swiss, pada Kamis, 26 Februari 2026, yang berakhir tanpa kesepakatan jelas.

Baca juga: Gara-gara Konflik Iran, Dialog Damai Ukraina-Rusia Macet, Zelensky Ngaku Kecewa

Selama ini, AS dan Israel menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir melalui program nuklirnya. Namun, Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa programnya bertujuan damai.

Tahun lalu, AS berulang kali mengancam akan mengambil “opsi militer” jika Iran tidak memenuhi tuntutan dalam perundingan.

Pada 22 Juni 2025, AS menyerang fasilitas nuklir Iran untuk membantu Israel dalam serangan selama 12 hari terhadap negara itu.

Meski hubungan semakin memanas setelah serangan tersebut, AS dan Iran kembali duduk di meja perundingan.

Oman yang menjadi mediator menyebut ada “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan di Jenewa, namun kedua pihak gagal menyepakati poin-poin penting sehingga belum tercapai kesepakatan final dan pembahasan lanjutan direncanakan.

Harapan tercapainya kesepakatan pupus setelah AS dan Israel tiba-tiba kembali menyerang Iran pada Sabtu lalu, yang membuat Iran memutuskan mundur dari proses perundingan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved