Iran Vs Amerika Memanas
Stok BBM Kritis Akibat Perang Iran, Thailand Tahan Ekspor Minyak
Berdasarkan peraturan tersebut, ekspor produk minyak olahan tertentu ke luar wilayah Thailand akan ditangguhkan
Pemerintah juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam memenuhi target cadangan tersebut melalui mekanisme surat bukti tertulis.
Dalam kondisi tertentu, Direktur Jenderal Departemen Bisnis Energi, dengan persetujuan Menteri Energi, memiliki kewenangan untuk memberikan pengecualian sementara atau pengurangan jumlah cadangan yang harus ditimbun bagi pedagang yang dapat membuktikan bahwa persyaratan tersebut akan menyebabkan kerugian yang tidak semestinya.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan ketahanan energi domestik Thailand tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih menyelimuti jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Warga Thailand Panic Buying BMM
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Kementerian Energi Thailand pada Minggu (1/3/2026) mengungkapkan bahwa negara tersebut saat ini hanya memiliki cadangan minyak yang cukup untuk kebutuhan dua bulan ke depan.
Pemerintah menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras mencari sumber alternatif impor bahan bakar minyak (BBM).
Hal ini dilakukan karena Thailand selama ini sangat bergantung pada distribusi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur yang saat ini terganggu akibat blokade dan konflik di sekitar Iran.
Pengumuman mengenai keterbatasan cadangan tersebut memicu fenomena panic buying BBM di Thailand.
Baca juga: Harga BBM di Singapura Melonjak Gara-gara Perang AS-Iran, Pembatalan Terbang Meluas
Berdasarkan laporan Pattaya Mail, antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang Jalan Vibhavadi Rangsit, Bangkok, pada Selasa (3/3/2026).
Para pengendara bergegas mengisi penuh tangki kendaraan mereka demi mengantisipasi lonjakan harga serta kelangkaan pasokan yang mungkin terjadi.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras antar-gerai pengisian bahan bakar.
SPBU swasta seperti Shell, yang telah melakukan penyesuaian harga bensin dan diesel lebih awal, cenderung sepi ditinggalkan pelanggan.
Sebaliknya, gerai PTT yang merupakan perusahaan milik negara diserbu warga hingga malam hari karena masih mempertahankan harga lama.
Pihak pengelola SPBU PTT mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang terjadi sejak Senin (2/3/2026).
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antrean-warga-Thailand-di-sejumlah-SPBU-imbas-konflik-Iran-vs-Amerika-1.jpg)