Iran Vs Amerika Memanas
Hari ke-89 Perang Iran: Gencatan Senjata Retak, Israel Gempur Lebanon, 31 Tewas
Perang Iran hari ke-89: 31 orang tewas di Lebanon saat Israel memperluas serangan. Iran juga menuduh AS melanggar gencatan senjata.
Ringkasan Berita:
- Perang Iran memasuki hari ke-89 dengan situasi Timur Tengah kembali di ambang ledakan besar.
- Sedikitnya 31 orang tewas setelah Israel melancarkan salah satu gelombang serangan paling mematikan ke Lebanon sejak gencatan senjata diumumkan.
- Di saat bersamaan, Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan damai lewat serangan di dekat Selat Hormuz, memicu kekhawatiran konflik regional kini mulai lepas kendali.
TRIBUNNEWS.COM - Harapan damai di Timur Tengah kembali memudar hanya beberapa hari setelah gencatan senjata Iran-Amerika Serikat diumumkan.
Israel justru memperluas operasi militernya ke Lebanon selatan.
Sedikitnya 31 orang tewas dan 40 lainnya luka-luka akibat serangan udara terbaru pada Selasa (27/5/2026).
Dilansir Al Jazeera, ledakan besar terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk Nabatieh dan kawasan sekitar Lembah Bekaa.
Puluhan kota dan desa juga mendapat perintah evakuasi mendadak dari militer Israel.
Warga dilaporkan panik meninggalkan rumah mereka di tengah suara jet tempur dan dentuman artileri yang terus terdengar sepanjang hari.
Situasi di Lebanon
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan operasi militer akan terus diperluas demi menghancurkan ancaman Hizbullah di Lebanon.
“Kami memperdalam operasi dan mengendalikan wilayah strategis,” ujar Netanyahu.
Ia menegaskan serangan tidak akan dihentikan sampai keamanan Israel benar-benar terjamin.
Baca juga: Serangan di Lebanon Tewaskan 31 Orang, Israel: Ini Balasan untuk Hizbullah
Analis keamanan Timur Tengah Ali Rizk mengatakan intensitas serangan menunjukkan Israel mulai khawatir terhadap ketahanan Hizbullah di medan perang.
Sementara koresponden Al Jazeera di Lebanon selatan menyebut “ilusi gencatan senjata kini benar-benar hilang”.
Warga sipil kembali menghadapi ancaman pengungsian, kehancuran, dan ketakutan baru di tengah konflik yang terus melebar.
Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Di saat bersamaan, Iran menuduh Amerika Serikat ikut memperkeruh situasi.
Teheran menilai serangan militer AS di dekat Selat Hormuz merupakan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang baru berjalan singkat.