Iran Vs Amerika Memanas
Arab Saudi dan Pakistan Gelar Pertemuan, Desak Iran Tak Salah Melangkah
Pertemuan ini sendiri dihelat beberapa jam setelah Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan serangan rudal dan drones dari Iran
Eskalasi kemudian berlanjut pada Jumat dini hari (6/3/2026) di mana sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal serta lima drone yang diarahkan ke berbagai target.
Serangan tersebut meliputi tiga rudal balistik ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al-Kharj, serta beberapa rudal jelajah dan drone di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh Timur.
Al-Kharj sendiri merupakan zona industri vital yang terletak sekitar 80 kilometer dari ibu kota Riyadh.
Meski Kedutaan Besar AS di Riyadh sempat terkena dampak serangan pada 3 hari sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, secara tegas membantah keterlibatan negaranya dalam pernyataan pada hari Kamis.
Komitmen Militer Pakistan dan Arab Saudi
Baca juga: Pemerintah Pasang Badan, Jemaah Umrah yang Tertahan di Saudi Dijamin Hotel dan Konsumsi Gratis
Menghadapi ancaman ini, hubungan pertahanan antara Riyadh dan Islamabad kini berada di titik tererat pasca-penandatanganan "Perjanjian Pertahanan Bersama Strategis" pada September lalu.
Dikutip dari Saudi Gazette, perjanjian ini menegaskan bahwa agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap keduanya.
Dalam pembicaraan telepon dengan Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Raza Naqvi, mengutuk keras rangkaian serangan tersebut.
Ia menegaskan solidaritas penuh Pakistan untuk berdiri bersama Arab Saudi dalam menghadapi segala ancaman yang mengganggu stabilitas Kerajaan.
Secara regional, seluruh anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melaporkan adanya agresi yang diklaim telah menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Sektor maritim pun mengalami kelumpuhan parah akibat serangan rudal terhadap kapal komersial di lepas pantai Oman.
Dampaknya, terjadi penumpukan 150 kapal tanker di dekat Selat Hormuz, yang menyebabkan lalu lintas pengiriman minyak anjlok hingga 86 persen.
Gangguan logistik ini diduga menimbulkan kerugian senilai triliunan rupiah bagi ekonomi global.
Sikap Tegas Arab Saudi
Arab Saudi juga mengeluarkan kecaman keras atas serangan Iran yang diduga mulai merambah ke Azerbaijan hingga wilayah udara Turki yang dilindungi NATO.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-Arab-Saudi-Pangeran-Khalid-bin-Salman-dan-pakistan.jpg)