Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Ancam Serang Iran dengan Sangat Keras, Perluas Serangan untuk Target-target Baru

Trump memberi ancaman setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan AS.

Penulis: Nuryanti

“Saya pikir masalah terpenting yang dihadapi Amerika adalah mereka tidak memahami konteks Asia Barat, terutama Iran,” kata Larijani.

“Persepsi mereka adalah bahwa itu akan seperti Venezuela — mereka akan menyerang, mengambil kendali, dan semuanya akan berakhir — tetapi sekarang mereka terjebak," jelasnya.

Diberitakan AP News, AS dan Israel telah menghantam Iran, menargetkan kemampuan militer, kepemimpinan, dan program nuklirnya.

Tujuan dan jangka waktu perang yang dinyatakan telah berulang kali berubah karena AS kadang-kadang mengisyaratkan bahwa mereka berupaya menggulingkan pemerintah Iran atau mengangkat kepemimpinan baru dari dalam negeri.

Pertempuran tersebut telah menewaskan 1.230 orang di Iran, lebih dari 290 orang di Lebanon, dan 11 orang di Israel, menurut para pejabat di negara-negara tersebut. Enam tentara AS telah tewas.

Di Lebanon, Israel melakukan serangan komando untuk mencari petunjuk tentang seorang navigator yang hilang 40 tahun lalu yang menyebabkan puluhan orang tewas dan puluhan lainnya terluka pada hari Sabtu.

Serangan rudal dari Iran membuat warga kembali berlindung di tempat perlindungan bom di seluruh Israel.

Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa.

Baca juga: Media Asing Sorot Hubungan Prabowo dengan AS dan Usulan Mediasi Perang Iran yang Picu Kritik

SASAR ISRAEL - Gelombang serangan rudal yang diluncurkan Iran, Jumat (6/3/2026) ke arah negara pendudukan, Israel. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan, semua rudal yang digunakan berjenis rudal balistik dengan daya jangkau ribuan kilometer.
SASAR ISRAEL - Gelombang serangan rudal yang diluncurkan Iran, Jumat (6/3/2026) ke arah negara pendudukan, Israel. Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan, semua rudal yang digunakan berjenis rudal balistik dengan daya jangkau ribuan kilometer. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Sementara itu, sekutu AS di Teluk mengatakan bahwa pemerintahan Trump tidak memberi mereka waktu yang cukup untuk mempersiapkan perang.

Sirene berbunyi pada Sabtu pagi di Bahrain ketika Iran menargetkan kerajaan pulau tersebut.

Arab Saudi mengatakan telah menghancurkan drone yang menuju ke ladang minyak Shaybah yang luas dan menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang menampung pasukan AS.

Di Dubai, beberapa ledakan terdengar pada Sabtu pagi dan pemerintah mengatakan telah mengaktifkan pertahanan udara.

Penumpang yang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Dubai diarahkan ke terowongan kereta api.

Maskapai penerbangan jarak jauh Emirates sempat mengatakan semua penerbangan ke dan dari Dubai ditangguhkan.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved