Sabtu, 9 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ancaman Keras Iran Terhadap AS: Akan Balas Serangan di Selat Hormuz, Tuduh Langgar Gencatan Senjata

Iran menuduh Amerika Serikat melanggar perjanjian gencatan senjata setelah menyerang kapal tanker minyak Iran

Tayang:
HO/IST/dok. Mehr News
LOLOS DARI BLOKADE AS - Dua supertanker Huge dan Derya mengangkut minyak mentah sebanyak 1,9 juta barel senilai hampir 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,81 triliun berhasil lolos dari blokade laut AS dan terus berlayar hingga memasuki perairan Indonesia. 

 

Ringkasan Berita:
  • Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak dan wilayah sipil di sekitar Selat Hormuz.
  • Teheran mengklaim telah membalas dengan menyerang kapal militer AS di kawasan timur Selat Hormuz.
  • Iran memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap agresi lanjutan dari AS dan sekutunya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran serta wilayah sipil di dekat Selat Hormuz.

Teheran memperingatkan akan membalas dengan tegas jika serangan kembali terjadi.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Abiya Iran menyatakan pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran.

Kapl tersebut disebut tengah bergerak dari perairan pantai Iran dekat kota Jask menuju Selat Hormuz.

Menurut Iran, kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di dekat pelabuhan Al Fujairah juga menjadi sasaran serangan.

Selain itu, serangan udara AS disebut menghantam sejumlah wilayah sipil di sepanjang pesisir Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm, mengutip Al Mayadeen, Jumat (6/5/2026).

Iran menuding serangan tersebut dilakukan berkoordinasi dengan negara-negara regional.

Baca juga: Usai Serang Pelabuhan Iran, Trump: 3 Kapal Perusak AS Lolos dari Balasan Teheran di Selat Hormuz

Serangan Balasan

Sebagai respons, Iran mengklaim langsung melancarkan serangan balasan terhadap kapal angkatan laut AS di timur Selat Hormuz dan selatan kota pelabuhan Chabahar.

Juru bicara militer Iran mengatakan serangan balasan itu menyebabkan “kerugian besar” bagi unit angkatan laut AS yang terlibat dalam operasi tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa AS dan negara-negara pendukungnya harus memahami bahwa Teheran akan merespons setiap serangan AS dan sekutunya ke Iran.

"Yakni dengan kuat dan tanpa ragu-ragu sedikit pun dengan tanggapan yang menghancurkan terhadap agresi apa pun," ucap pihak Iran.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved