Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Permintaan Maaf Pezeshkian ke Negara Tetangga Iran, Singgung Kehilangan Pemimpin

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak oleh perang. Ia menyinggung soal kehilangan pemimpin.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian secara mengejutkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak oleh serangan Iran.
  • Pezeshkian secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada Bahrain, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab (UEA) yang sudah terkena dampak serangan rudal dan drone beberapa hari terakhir.
  • Meski begitu, dirinya berdalih serangan-serangan tersebut merupakan dampak dari "miskomunikasi" di rantai komando militer Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak oleh serangan Iran.

Pezeshkian secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada Bahrain, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab (UEA) yang sudah terkena serangan rudal dan drone Iran beberapa hari terakhir.

Ia berdalih serangan-serangan tersebut merupakan dampak dari "miskomunikasi" di rantai komando militer Iran.

Terutama pasca-gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan sebelumnya.

"Atas nama pribadi dan Iran, saya memohon maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena serangan."

"Saya telah instruksikan agar tidak ada lagi rudal yang meluncur ke arah mereka, kecuali jika Iran diserang terlebih dahulu," kata Pezeshkian, mengutip Euronews.

Menanggapi spekulasi mengenai arah serangan balasan Iran, Pezeshkian mengklarifikasi bahwa militer Iran hanya menyasar titik-titik yang dianggap sebagai sumber agresi.

Ia memastikan bahwa negara-negara sahabat di sekitar Iran tidak menjadi target.

"Operasi pertahanan kami secara eksklusif diarahkan pada fasilitas yang menjadi asal muasal tindakan agresif terhadap bangsa Iran."

"Kami tidak menyerang negara sahabat atau tetangga; sasaran kami adalah pangkalan militer dan instalasi Amerika Serikat di kawasan ini," tegasnya.

Pezeshkian juga menambahkan bahwa rakyat Iran akan terus melawan hingga titik darah penghabisan guna menjaga kedaulatan negara.

Baca juga: Iran Akan Terus Targetkan Negara-negara Tetangga Buntut Serangan AS-Israel: di Bawah Kendali Musuh

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa Iran memiliki legitimasi hukum internasional untuk melindungi wilayahnya dari serangan asing.

Trump Tolak Penyelesaian Perang dengan Iran

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump secara tegas menyatakan tidak akan membuka pintu negosiasi apa pun dengan Teheran, kecuali jika Iran menyatakan menyerah tanpa syarat.

Pernyataan keras Trump ini memupus harapan diplomatik yang sempat muncul setelah Pezeshkian mengisyaratkan adanya upaya mediasi dari sejumlah negara.

"Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran, kecuali penyerahan tanpa syarat!" tegas Trump, mengutip Reuters.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved