Jumat, 5 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ultimatum Iran Menggema di Selat Hormuz, Kapal Tanpa Izin Terancam Dihancurkan

Iran ancam hancurkan kapal tanpa izin di Selat Hormuz, lalu lintas tetap sepi meski ada gencatan senjata.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran mengancam menghancurkan kapal tanpa izin di Selat Hormuz.
  • Lalu lintas tetap minim meski ada gencatan senjata dua pekan.
  • Ketidakpastian memicu kekhawatiran global atas pasokan energi dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran memperingatkan kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin akan menghadapi tindakan militer.

BBC melaporkan Angkatan Laut Iran menyatakan, “kapal mana pun yang berupaya melintasi tanpa izin akan ditargetkan dan dihancurkan.”

Peringatan tersebut disampaikan melalui komunikasi radio kepada kapal-kapal yang berada di perairan Teluk.

Laporan The Wall Street Journal menyebut pesan itu menegaskan, “Anda harus mendapatkan izin dari angkatan laut Sepah Iran untuk melewati selat tersebut.”

“Jika ada kapal yang mencoba melintas tanpa izin, kapal tersebut akan dihancurkan,” demikian isi peringatan tersebut.

Ancaman ini muncul di tengah kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga: Nyanyi Sunyi Matinya Pelaut Indonesia di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menyatakan penangguhan serangan dilakukan dengan syarat Selat Hormuz dibuka secara “lengkap, segera, dan aman.”

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan situasi jauh dari normal.

Lalu Lintas Masih Sangat Terbatas

Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tiga kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz setelah gencatan senjata diumumkan.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata sekitar 138 kapal per hari sebelum konflik pecah.

BBC melaporkan belum jelas apakah pergerakan terbatas ini merupakan dampak gencatan senjata atau rencana lama.

Analis dari Kpler, Ana Subasic, mengatakan, “masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah ini mencerminkan pembukaan kembali yang lebih luas.”

Sebagian besar kapal memilih menunggu kepastian sebelum melintas.

Lars Jensen dari Vespucci Maritime mengatakan, “sebagian besar perusahaan pelayaran ingin mendapatkan rincian dan jaminan tentang apa yang sebenarnya diperlukan untuk melintas.”

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved