Selasa, 2 Juni 2026

Sosok Takahiro Hata, Pejabat Kepolisian Tokyo yang Pernah Bekerja Sama dengan Polisi Indonesia

Takahiro Hata ditunjuk memimpin Divisi Investigasi 1 Kepolisian Metropolitan Tokyo. Ia pernah bertugas di Indonesia lewat program JICA

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
BANTU INDONESIA - Takahiro Hata (58) resmi menjabat sebagai kepala divisi tersebut mulai 9 Maret 2026 dan pernah ditugaskan di Indonesia membantu polisi Indonesia.. (Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Ringkasan Berita:
  • Takahiro Hata resmi menjadi Kepala Divisi Investigasi 1 Kepolisian Metropolitan Tokyo mulai 9 Maret 2026 
  • Polisi berusia 58 tahun ini pernah bertugas di Indonesia melalui program Japan International Cooperation Agency untuk memperkuat kapasitas kepolisian 
  • Hata menegaskan komitmennya mengungkap kasus serius dengan memadukan penyelidikan tradisional dan teknologi digital demi keadilan korban.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –   Kepolisian Metropolitan Tokyo  memiliki pemimpin baru di Divisi Investigasi 1 (捜査一課). Takahiro Hata (58)  resmi menjabat sebagai kepala divisi tersebut mulai 9 Maret 2026 dan pernah ditugaskan di Indonesia membantu polisi Indonesia.

Hata menyatakan tekadnya bahwa tugas utama seorang detektif adalah menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus demi keadilan korban.

“Saya percaya bahwa seorang detektif harus menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus agar dapat menghapus penyesalan dan penderitaan korban,” ujarnya Jumat (6/3/2026).

Hata yang berasal dari Prefektur Saitama memiliki pengalaman internasional. Ia pernah dikirim ke luar negeri dalam proyek JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk membantu memperkuat kemampuan kepolisian Indonesia. Setelah kembali ke Jepang, ia menjabat berbagai posisi penting, termasuk Kepala Divisi Identifikasi Forensik (鑑識課長).

Baca juga: Tiga Polisi Jepang Ketahuan Judi Online, Berkas Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ia menekankan pentingnya penyelidikan yang teliti dan tradisional, namun juga ingin menggabungkannya dengan teknologi modern.

“Saya ingin menggabungkan penyelidikan tradisional yang teliti dengan teknologi digital seperti analisis smartphone dan gambar serta metode penyelidikan ilmiah agar dapat menghasilkan hasil yang nyata,” katanya.

Pernah Bertugas di Indonesia

Hata berasal dari Prefektur Saitama dan bergabung dengan Kepolisian Metropolitan Tokyo pada 1986. Ia memiliki pengalaman internasional ketika ditugaskan melalui proyek JICA  untuk memperkuat kapasitas kepolisian Indonesia.

Selama berada di Indonesia, ia bekerja di kantor polisi setempat dan membantu memperkenalkan sistem “polisi komunitas” ala Jepang, termasuk konsep koban (pos polisi lingkungan).

“Sebagai sesama polisi, saya merasa bahwa keinginan untuk membuat masyarakat lebih baik adalah hal yang sama di mana pun,” ujarnya mengenang pengalaman tersebut.

Terinspirasi Drama Detektif

Hata bergabung dengan Kepolisian Metropolitan Tokyo   setelah terinspirasi oleh drama detektif di televisi. 

Saat bertugas pertama kali di Kantor Polisi Meguro, ia melihat bagaimana seniornya berhasil mendapatkan pengakuan dari tersangka pencurian sepeda. 

Pengalaman itu semakin memperkuat keinginannya menjadi detektif.

Pada masa muda ia juga pernah bertugas di pasukan anti huru-hara (riot police) dan menjadi anggota tim American football kepolisian selama lebih dari 10 tahun. 

Ketika mengalami cedera dan kesulitan dalam olahraga tersebut, ia tetap berpegang pada prinsip hidupnya: “usaha dan keteguhan”.

Baca juga: Daging Sapi Miyazaki Mulai Diekspor ke Indonesia, Pasar Halal Jadi Target Baru Jepang

Pengalaman Menangani Berbagai Kasus Berat
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved