Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Rudal dan Drone Berhasil Dicegat, Arab Saudi Peringatkan Iran

Arab Saudi menegaskan Iran akan menjadi pihak paling merugi jika eskalasi konflik berlanjut, setelah rudal dan drone kembali ditembak jatuh

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Arabnews
DIGAGALKAN - Sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat belasan rudal dan drone yang menargetkan wilayah kerajaan pada Jumat dini hari. Serangan diarahkan ke beberapa lokasi strategis seperti Prince Sultan Air Base di Al-Kharj serta wilayah sekitar Riyadh. 
Ringkasan Berita:
  • Arab Saudi mengecam keras dugaan agresi Iran terhadap negara-negara Teluk dan memperingatkan Teheran akan menjadi pihak yang paling merugi jika eskalasi konflik berlanjut 
  • Sistem pertahanan udara Saudi juga menembak jatuh tiga rudal balistik dan empat drone yang menargetkan wilayah strategis, termasuk pangkalan militer dan fasilitas minyak di kawasan kerajaan

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH — Pemerintah Arab Saudi mengecam keras terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran terhadap Kerajaan serta negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).

Riyadh memperingatkan bahwa Iran pada akhirnya akan menjadi pihak yang paling merugi jika eskalasi konflik di kawasan terus meningkat.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan agresif Iran terhadap negara-negara tetangganya tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

“Kerajaan menegaskan hak penuhnya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan perlindungan keamanan, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan para penduduknya, sekaligus untuk mencegah segala bentuk agresi,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pemerintah Saudi juga mengecam keras serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, termasuk bandara dan fasilitas energi.

Riyadh menilai serangan terhadap fasilitas strategis tersebut sebagai upaya serius untuk mengguncang stabilitas kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu pusat vital energi global.

Baca juga: ​2 Orang Tewas dan 12 Luka-luka Akibat Proyektil Jatuh di Area Permukiman Al Kharj Arab Saudi

“Penargetan bandara sipil dan fasilitas minyak tidak lain merupakan bukti tekad untuk mengancam keamanan dan stabilitas serta pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian internasional dan hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang diarahkan ke beberapa wilayah strategis di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.

Pemerintah Saudi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan sekutu regional maupun internasional guna memastikan keamanan kawasan tetap terjaga.

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 3 Rudal Balistik dan 4 Drone

Pada perkembangan lain, Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Senin mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil menembak jatuh sedikitnya tiga rudal balistik dan empat drone yang memasuki wilayah udara Kerajaan setelah tengah malam.

Dalam serangkaian unggahan di platform X, kementerian menyebut tiga rudal balistik yang diluncurkan menuju Prince Sultan Air Base di wilayah Al-Kharj berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai targetnya.

Selain itu, sistem pertahanan udara Saudi juga berhasil menanggulangi sejumlah ancaman lainnya, antara lain:

Dua drone yang ditembak jatuh di wilayah utara ibu kota Riyadh, satu drone yang diarahkan ke ladang minyak Shaybah Oil Field berhasil dicegat di gurun Empty Quarter Desert, satu drone lainnya dihancurkan di provinsi utara Al-Jouf Province.

Serangan pada Senin dini hari tersebut tampaknya mengikuti pola yang sama dengan beberapa serangan sebelumnya, yakni peluncuran rudal dan drone secara bertahap mulai tengah malam dan berlanjut hingga siang hari.

Dalam beberapa hari terakhir, pertahanan udara Arab Saudi juga dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal serta drone yang diarahkan ke target-target strategis.

Sebagian besar rudal disebutkan mengarah ke Pangkalan Udara Prince Sultan, sementara sejumlah drone menargetkan ladang minyak Shaybah yang merupakan salah satu fasilitas energi penting di kawasan tersebut.

Rekaman video yang diunggah Kementerian Pertahanan di platform X pada Minggu juga memperlihatkan beberapa drone yang diduga milik musuh berhasil dinetralkan oleh sistem pertahanan udara Saudi sebelum mencapai targetnya.

Baca juga: Arab Saudi dan Pakistan Gelar Pertemuan, Desak Iran Tak Salah Melangkah

Namun, serangan sebelumnya pada Minggu dilaporkan menimbulkan korban sipil.

Sebuah proyektil jatuh di kawasan permukiman di Kabupaten Al-Kharj, yang merupakan lokasi pangkalan udara tersebut, mengakibatkan dua orang tewas dan 12 lainnya terluka.

Juru bicara resmi Saudi Civil Defense menyatakan bahwa dua korban tewas merupakan warga negara India dan Bangladesh.

Sementara itu, 12 orang yang mengalami luka-luka seluruhnya merupakan warga Bangladesh yang tinggal di kawasan tersebut.

Para korban diketahui bekerja di sebuah perusahaan jasa perawatan dan kebersihan yang beroperasi di area tersebut.

Pihak berwenang Saudi menyatakan bahwa tim penyelamat dan medis segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengamankan area terdampak.

Situasi keamanan di kawasan Teluk saat ini masih terus dipantau secara ketat oleh pemerintah Saudi dan sekutunya, di tengah kekhawatiran bahwa rangkaian serangan rudal dan drone dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved