Rabu, 8 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel Pernah Peringatkan Pemimpin Baru Iran Akan Jadi Target Pembunuhan: Tak Peduli Dia Bersembunyi

Israel pernah memperingatkan bahwa setiap pemimpin yang dipilih oleh Iran akan menjadi target pembunuhan.

Penulis: Nuryanti
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
MOJTABA KHAMENEI - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (9/3/2026) menunjukkan gambar Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026). Israel pernah memperingatkan bahwa setiap pemimpin yang dipilih oleh Iran akan menjadi target pembunuhan. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya.
  • Israel pernah memperingatkan bahwa setiap pemimpin yang dipilih oleh Iran untuk mengejar kehancuran Israel akan menjadi target pembunuhan.
  • Ketua Knesset Amir Ohana menggemakan sentimen tersebut, mengatakan bahwa mengganti orang tidak mengubah sifat rezim.

TRIBUNNEWS.COM - Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, diangkat sebagai pengganti ayahnya, Minggu (8/3/2026).

Mojtaba Khamenei telah lama dianggap sebagai kandidat untuk jabatan tersebut, bahkan sebelum serangan Israel menewaskan ayahnya dan meskipun ia belum pernah terpilih atau diangkat ke posisi pemerintahan.

Pada Rabu (4/3/2026), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa setiap pemimpin yang dipilih oleh Iran untuk mengejar "kehancuran Israel akan menjadi target pembunuhan yang pasti – tidak peduli namanya atau di mana dia bersembunyi".

Lalu, Ketua Knesset Amir Ohana menggemakan sentimen tersebut, mengatakan mengganti orang tidak mengubah sifat rezim, dan bahwa Israel akan "menangani kepemimpinan baru dengan cara yang sama".

Diberitakan Al Jazeera, jika kita mempercayai pernyataan Israel, mereka akan memburu Mojtaba Khamenei seperti mereka memburu ayahnya, dan mereka akan mencari setiap kesempatan untuk menyerang.

Kemudian, jika Israel mendapatkan informasi intelijen, mereka akan melakukannya.

Penunjukan Pemimpin Tertinggi Iran

Para ulama penguasa Iran pada Minggu menunjuk putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu, mengabaikan ancaman dari Amerika Serikat dan Israel untuk menentangnya.

Sembilan hari setelah serangan AS-Israel menewaskan Ali Khamenei senior dan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam perang, Majelis Pakar pemerintah ulama berkumpul untuk memilih pemimpin mereka berikutnya.

"Diangkat dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara menentukan dari para perwakilan terhormat dari Majelis Pakar,” kata badan keagamaan itu dalam sebuah pernyataan, Minggu, dilansir Al Arabiya.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa badan keagamaan tersebut “tidak ragu sedetik pun” dalam memilih pemimpin baru, meskipun menghadapi “agresi brutal dari Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Khamenei muda sebagai "tokoh yang tidak berbobot," dan kembali menegaskan pada hari Minggu bahwa ia harus memiliki suara dalam penunjukan pemimpin baru tersebut.

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” katanya kepada ABC News sebelum pengumuman itu dibuat.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Naik 108 Dolar AS usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran

Sosok Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada tahun 1969 di kota Mashhad, Iran.

Istri Mojtaba, yang tewas dalam serangan udara pada Sabtu (28/2/2026) lalu, adalah putri dari seorang tokoh garis keras terkemuka, mantan ketua parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel.

Mojtaba Khamenei tumbuh dewasa ketika ayahnya melakukan agitasi melawan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved