Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tiga Pesawat Angkut Militer AS Mendarat di Inggris, Sinyal Serangan Besar ke Iran Semakin Nyata

Tiga pesawat militer Amerika Serikat mendarat di RAF Fairford saat tensi dengan Iran memanas, sinyal peningkatan operasi militer.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Tiga pesawat militer Amerika Serikat tiba di pangkalan RAF Fairford Inggris, termasuk dua Boeing C-17 Globemaster III yang membawa amunisi dan perlengkapan untuk mendukung operasi pengebom terhadap Iran.
  • Kedatangan pesawat angkut ini menyusul penempatan pengebom strategis Rockwell B-1B Lancer milik United States Air Force yang mampu membawa hingga 24 rudal jelajah untuk misi serangan jarak jauh.
  • Aktivitas militer meningkat setelah Inggris terlibat ketegangan politik antara Donald Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah tiga pesawat militer milik Amerika Serikat dilaporkan tiba di pangkalan udara RAF Fairford.

Kedatangan pesawat tersebut disebut sebagai bagian dari persiapan peningkatan operasi militer terhadap Iran di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan.

Rekaman yang disiarkan pada Minggu menunjukkan dua pesawat angkut militer Boeing C‑17 Globemaster III mendarat di pangkalan udara di Gloucestershire.

Pesawat ini diketahui membawa perlengkapan militer, termasuk amunisi serta suku cadang untuk mendukung operasi pesawat pengebom strategis Amerika.

Namun salah satu pesawat C-17 tersebut sebelumnya tiba dari Bandara Glasgow Prestwick setelah sempat dialihkan akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas di RAF Fairford.

Sementara pesawat angkut lainnya dilaporkan datang dari pangkalan militer Joint Base McGuire‑Dix‑Lakehurst berdasarkan data pelacakan penerbangan.

Adapun mengutip dari The Guardian, Kedatangan dua pesawat angkut ini terjadi hanya beberapa hari setelah pesawat pengebom strategis Rockwell B‑1B Lancer yang dikenal sebagai salah satu aset tempur utama Angkatan Udara Amerika Serikat.  

Setiap unit pesawat B-1 Lancer diperkirakan bernilai hingga 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 33,9 triliun. Pesawat ini mampu membawa hingga 24 rudal jelajah dalam satu misi, memungkinkan operasi serangan jarak jauh dengan kemampuan menyerang berbagai target strategis.

Menurut keterangan United States Air Force, pesawat pengebom tersebut dapat dengan cepat mengirimkan berbagai jenis senjata presisi maupun non-presisi ke target musuh di mana pun di dunia.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi apakah pesawat-pesawat yang ditempatkan di RAF Fairford akan diterbangkan langsung menuju Timur Tengah. Pemerintah Inggris melalui UK Ministry of Defence menolak memberikan komentar mengenai operasi tersebut.

Inggris Tingkatkan Aktivitas Militer

Peningkatan aktivitas militer ini terjadi setelah Inggris menembak jatuh pesawat nirawak yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Irak pada Sabtu malam.

Baca juga: Mesir Khawatir Israel Tak Terkendali Jika Iran Runtuh

Dalam operasi tersebut, jet tempur Eurofighter Typhoon dan Lockheed Martin F‑35 Lightning II milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris dikerahkan untuk melakukan misi pertahanan.

Selain itu, sebuah helikopter pengawasan AgustaWestland AW101 Merlin dijadwalkan segera tiba untuk memperkuat sistem pemantauan udara.

Helikopter ini memiliki kemampuan terbang hingga sekitar satu mil di atas permukaan laut dan dapat memberikan peringatan dini terhadap ancaman pesawat nirawak maupun rudal.

Sebagai langkah tambahan, Inggris juga mengirim kapal perusak pertahanan udara HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut dilengkapi sistem radar dan rudal canggih untuk menghadapi ancaman serangan udara dan rudal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved