Iran Vs Amerika Memanas
Cerita WNI di Teheran Saat Mojtaba Khamenei Jadi Rahbar Baru Iran, Warga Turun ke Jalan
Meski di bawah ancaman serangan udara susulan, pelantikan pemimpin baru ini tidak menyurutkan langkah warga Iran untuk turun ke jalan
Ringkasan Berita:
- Di tengah konflik dengan AS dan Israel, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei
- Pelantikan berlangsung sehari setelah Teheran dibombardir
- Meski situasi genting, warga tetap merayakan. WNI di Teheran mengaku warga berkabung sekaligus menunjukkan semangat perlawanan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah eskalasi konflik yang memanas dan gempuran rudal Amerika Serikat (AS) - Israel, tampuk kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran resmi berganti.
Dewan Pakar Iran yang beranggotakan 88 orang secara resmi telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) yang baru.
Putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei ini memegang kendali negara tepat di masa-masa paling genting.
Ironisnya, pengumuman bersejarah pada hari Minggu (8/3/2026) waktu setempat tersebut terjadi hanya berselang sehari setelah ibu kota Teheran dibombardir oleh serangan udara mematikan dari militer AS dan Israel yang menyasar fasilitas vital, termasuk depo-depo minyak.
Meski di bawah ancaman serangan udara susulan, pelantikan pemimpin baru ini tidak menyurutkan langkah warga Iran untuk turun ke jalan dan menggelar perayaan.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Laini Misra, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang saat ini tengah bertahan di Teheran untuk merampungkan pendidikan magisternya.
Baca juga: Trump Murka, Ancam Lenyapkan Iran Lewat Serangan Dahsyat Jika Ganggu Jalur Minyak Selat Hormuz
"Dari semalam hingga fajar tadi, masyarakat merayakan atas terpilihnya Rahbar ketiga tersebut (Mojtaba Khamenei). Di beberapa pusat kota dan di beberapa haram atau masjid-masjid besar, mereka merayakan pemilihan tersebut," kata Laini saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, pada Senin (9/3/2026) malam.
Laini pun mengungkapkan bahwa pusat perayaan dan titik kumpul massa pendukung Mojtaba Khamenei tak jauh dari lokasi tempat tinggalnya saat ini, yakni hanya berjarak sekitar 15 menit.
Sehingga, suara-suara gegap gempita warga Teheran menyambut pemimpin baru mereka bahkan terdengar jelas.
Meski demikian, Laini beserta ratusan WNI lainnya diinstruksikan untuk tidak ikut campur dan memantau dari kejauhan demi keselamatan nyawa.
"Kita melihat langsung, hanya saja KBRI sendiri mengimbau untuk WNI agar menjauhi kerumunan. Jadi kita disuruh menghindari tempat tersebut," tambahnya.
Diketahui, terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru ini tak lepas dari wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.
Merespons kepergian tokoh penting tersebut, pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Di bawah kepemimpinan Mojtaba yang baru saja disahkan, tidak ada bendera setengah tiang yang dikibarkan layaknya di Indonesia.
Warga Iran merespons duka dan perang ini dengan mengibarkan bendera hitam di berbagai penjuru kota sebagai simbol perlawanan.