Iran Vs Amerika Memanas
Pasukan Elit Iran Buka Akses Selat Hormuz, Tapi Kapal Tanker Wajib Patuhi Satu Syarat dari Teheran
Pasukan Elit Iran buka Selat Hormuz bagi kapal tanker, tapi dengan syarat politik tegas, meski begitu risiko gangguan minyak global tetap tinggi.
Ringkasan Berita:
- IRGC memberikan kebebasan bagi kapal tanker yang ingin melintasi Selat Hormuz, namun hanya untuk negara yang menjauh secara diplomatik dari AS dan Israel.
- Kapal berbendera China dan Rusia diizinkan melintasi jalur strategis tanpa batasan sebagai bentuk apresiasi Iran atas dukungan politik dan ekonomi mereka serta penolakan mengikuti sanksi Barat.
- ]Kontrol ketat Iran dan ketegangan militer di kawasan menyebabkan risiko lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global.
TRIBUNNEWS.COM – Pasukan Elit Iran atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berencana untuk memberikan kebebasan akses bagi kapal-kapal tanker yang akan melintasi Selat Hormuz, jalur perdagangan energi yang paling strategis di dunia.
Pernyataan ini disiarkan media pemerintah Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington dan Tel Aviv, Selasa (10/3/2026).
Dalam pengumuman resminya, IRGC menegaskan bahwa akses tanpa batas ke Selat Hormuz diberikan secara cuma-cuma bagi negara yang memenuhi syarat diplomatik, bersedia menjauhkan diri secara diplomatik dari Amerika Serikat dan Israel.
Secara spesifik, akses diberikan bagi pemerintah yang bersedia mengambil langkah politik tegas, seperti menarik atau mengusir duta besar AS dan Israel dari wilayahnya.
“Negara Arab atau Eropa mana pun yang mengusir duta besar Israel dan AS dari wilayahnya akan diberikan otoritas dan kebebasan penuh untuk melintasi Selat Hormuz,” demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip media pemerintah Iran.
Dengan menetapkan syarat diplomatik, Teheran berupaya menggalang dukungan regional sekaligus memberikan insentif bagi negara-negara untuk mengambil posisi politik yang sejalan dengan kepentingan Iran.
Melalui cara ini IRGC juga menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan hanya jalur energi, tetapi juga alat negosiasi politik.
Iran kini memanfaatkan posisi strategisnya untuk mempengaruhi keputusan diplomatik negara-negara lain, sekaligus menegaskan kekuasaannya atas salah satu titik vital dalam perdagangan energi dunia.
China- Rusia Diberi Akses Khusus
Sebelumnya kebijakan pelongaran Selat Hormuz diberlakukan, IRGC telah lebih dulu memberikan pengecualian khusus bagi kapal berbendera China dan Rusia, yang diperbolehkan melintasi jalur pelayaran strategis tersebut tanpa batasan.
Teheran menyebut langkah ini sebagai strategi diplomatik sekaligus bentuk apresiasi atas dukungan politik dan ekonomi yang konsisten diberikan Beijing dan Moskwa selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran menilai bahwa sikap China dan Rusia, yang tetap mendukung Teheran di berbagai forum internasional serta menolak ikut sanksi Barat, menjadi alasan utama pemberian akses khusus bagi kedua negara.
Baca juga: Di Tengah Perang, Iran Putus Akses Internet Global, Warga Terisolasi dari Dunia Luar
Dengan kebijakan ini, Iran menegaskan bahwa kontrol atas Selat Hormuz bukan sekadar soal keamanan maritim, tetapi juga berfungsi sebagai alat diplomasi strategis dalam menghadapi tekanan politik dan ekonomi internasional.
Langkah ini menunjukkan bagaimana Iran memanfaatkan posisi strategis Selat Hormuz untuk memperkuat pengaruh regional dan globalnya.
Sekaligus menekan negara-negara Barat agar mempertimbangkan posisi politik mereka dalam konflik yang tengah berlangsung.
Selat Hormuz: Jalur Energi Vital
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.