Salah Suntik Obat Kemoterapi di Rumah Sakit Anak Saitama: Satu Pasien Meninggal dan 2 Kritis
Kesalahan pemberian vincristine di Saitama Children’s Medical Center sebabkan 1 remaja tewas, 2 pasien koma, kasus diselidiki polisi
Ringkasan Berita:
- Saitama Children’s Medical Center mengumumkan insiden serius dalam perawatan leukemia, di mana tiga pasien mengalami kerusakan saraf berat setelah menerima vincristine secara salah
- Satu remaja meninggal Februari 2026, sementara dua pasien lain masih koma
- Rumah sakit meminta maaf dan kasus ini kini diselidiki polisi terkait dugaan kesalahan medis.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG – Sebuah insiden serius dalam perawatan kanker terjadi di Saitama Children's Medical Center. Rumah sakit tersebut mengumumkan bahwa tiga pasien leukemia mengalami gangguan kesehatan berat setelah menerima obat kemoterapi, dan satu pasien remaja akhirnya meninggal dunia.
Rumah sakit pada Rabu (11/3/2026) menjelaskan bahwa pada periode Januari hingga Oktober tahun lalu, tiga pasien pria menerima suntikan obat kemoterapi sebagai bagian dari pengobatan leukemia.
"Namun setelah perawatan tersebut, ketiganya mengalami kerusakan saraf berat," ungkap kepala rumah sakit Saitama Children's Medical Center, Akira Oka hari Rabu ini (11/3/2026).
Satu pasien remaja meninggal pada Februari tahun ini.
Baca juga: Hukum Suntik Obat dan Infus di Siang Hari saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Dua pasien lainnya, seorang anak di bawah usia 10 tahun dan seorang remaja, saat ini masih dirawat dalam kondisi koma dengan komplikasi berat.
Obat yang tidak seharusnya digunakan ditemukan.
Pihak rumah sakit menemukan bahwa dalam cairan serebrospinal pasien terdapat obat Vincristine.
Obat ini biasanya digunakan untuk suntikan melalui pembuluh darah (intravenous), tetapi tidak boleh diberikan melalui suntikan ke dalam cairan tulang belakang (intrathecal injection) karena berisiko menyebabkan kerusakan saraf serius.
Karena adanya kemungkinan kesalahan medis atau tindakan lain yang tidak sesuai prosedur, rumah sakit telah melaporkan kasus tersebut kepada Markas besar kepolisian Omiya Saitama pada 10 Maret untuk penyelidikan lebih lanjut.
Rumah sakit minta maaf
Direktur rumah sakit, Akira Oka, dalam konferensi pers di kantor pemerintah Prefektur Saitama menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga mereka.
“Kami sangat menyesal kepada pasien dan keluarga yang mempercayakan pengobatan kepada kami. Kami menerima kejadian ini dengan sangat serius,” katanya.
Rumah sakit menjelaskan bahwa obat vincristine tersebut sebenarnya disimpan dalam lemari penyimpanan terkunci di ruang farmasi rumah sakit, sehingga kini pihak berwenang sedang menyelidiki bagaimana obat tersebut bisa masuk ke dalam prosedur yang tidak semestinya.
Kasus ini kini ditangani dengan mempertimbangkan kemungkinan kecelakaan medis maupun unsur kelalaian.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ks111111.jpg)