Iran Vs Amerika Memanas
Tahan Kenaikan Harga Bensin, Jepang akan Lepas Cadangan Minyak Mulai 16 Maret
PM Jepang Sanae Takaichi akan melepas cadangan minyak nasional mulai 16 Maret untuk menahan lonjakan harga energi akibat krisis di Timur Tengah
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan pemerintah akan melepas cadangan minyak nasional mulai sekitar 16 Maret 2026 untuk menstabilkan pasar energi
- Langkah ini diambil setelah harga minyak dunia naik akibat ketegangan di Timur Tengah dan gangguan jalur pengiriman di Strait of Hormuz
- Jepang juga menargetkan harga bensin tetap sekitar 170 yen per liter melalui subsidi dan dana stabilisasi energi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan pemerintah akan melepaskan cadangan minyak nasional mulai sekitar 16 Maret untuk menstabilkan pasar energi.
Kebijakan ini diambil di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya pada Rabu (11/3/2026), Takaichi mengatakan Jepang akan bertindak cepat tanpa menunggu keputusan internasional mengenai pelepasan cadangan energi.
“Jepang akan memimpin dengan melepaskan cadangan minyak guna meredakan ketegangan pasokan dan permintaan di pasar energi internasional,” ujar PM Jepang Sanae Takaichi.
Pemerintah Jepang menilai situasi di Strait of Hormuz menjadi faktor utama lonjakan harga minyak. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, namun saat ini disebut secara praktis sulit dilalui tanker minyak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Jepang Terbantu Indonesia, Ketegangan Iran Picu Lonjakan Harga LNG Dunia
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi, pemerintah memutuskan melepas cadangan minyak milik swasta selama 15 hari, cadangan minyak nasional selama sekitar satu bulan.
Langkah ini bertujuan memastikan pasokan bahan bakar tetap stabil di dalam negeri.
Harga bensin Tetap Rp18 ribu
Selain melepas cadangan minyak, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menahan kenaikan harga bahan bakar.
Perdana Menteri Takaichi telah menginstruksikan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Yoji Akazawa agar segera menjalankan kebijakan stabilisasi harga.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan harga eceran bensin rata-rata nasional tetap sekitar 170 yen per liter.
Langkah serupa juga akan diterapkan pada bahan bakar lain seperti solar (diesel), minyak berat, minyak tanah.
Gunakan dana stabilisasi harga energi
Pembiayaan kebijakan ini akan menggunakan dana dari “Fuel Oil Price Fluctuation Mitigation Fund”, yaitu dana pemerintah yang digunakan untuk meredam lonjakan harga energi.
Pemerintah Jepang berharap pelepasan cadangan minyak dan subsidi harga bahan bakar dapat mencegah lonjakan biaya energi bagi masyarakat dan industri, terutama jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut.
Diskusi perminyakan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BENSINJEPANG11111.jpg)