Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Israel dan Hezbollah Saling Serang, Korban di Lebanon Melampaui 600 Orang

Serangan Israel menghantam Beirut usai roket Hezbollah ditembakkan ke Israel utara. Lebih 600 orang tewas dan ratusan ribu warga Lebanon mengungsi

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
KONFLIK TIMUR TENGAH - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English, memperlihatkan ledakan di Beirut, Lebanon pada 2 Maret 2026 dini hari. Otoritas Lebanon menyebut serangan Israel telah menewaskan lebih dari 600 orang dan memaksa sekitar 800.000 warga mengungsi 
Ringkasan Berita:
  • Serangan Israel mengguncang pinggiran selatan Beirut setelah Hezbollah meluncurkan rentetan roket ke Israel utara 
  • Ledakan besar menerangi langit kota dan memicu kebakaran di sejumlah bangunan 
  • Otoritas Lebanon melaporkan lebih dari 600 orang tewas dan sekitar 800.000 warga mengungsi. Konflik yang terus meningkat memicu krisis kemanusiaan dan kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih luas

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Serangan Israel menghantam pinggiran selatan Beirut pada Rabu tengah malam.

Ledakan besar menerangi cakrawala kota dengan kilatan merah, sementara sejumlah bangunan di kawasan tersebut dilaporkan terbakar.

Serangan ini terjadi setelah kelompok Hezbollah di Lebanon meluncurkan rentetan roket ke wilayah utara Israel.

Israel meningkatkan ofensif terhadap Hezbollah—kelompok yang didukung Iran—setelah mereka mulai menembaki wilayah Israel pada 2 Maret.

Serangan Hezbollah disebut sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran di awal konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Otoritas Lebanon menyebut serangan Israel telah menewaskan lebih dari 600 orang dan memaksa sekitar 800.000 warga mengungsi.

Baca juga: Ini Dalih Israel Serang Prajurit TNI yang Bertugas di Markas PBB Libanon

Hezbollah mengatakan pihaknya meluncurkan puluhan roket ke Israel utara sebagai bagian dari serangkaian operasi, yang mengindikasikan kemungkinan adanya serangan lanjutan.

Sumber keamanan Lebanon menyebut lebih dari 100 roket diluncurkan.

Seorang pejabat senior pertahanan Israel mengatakan Iran dan Hezbollah meluncurkan serangan rudal bersama, yang disebutnya sebagai aksi terkoordinasi pertama terhadap Israel sejak perang dimulai.

Puluhan ledakan terlihat di langit utara kota Nazareth ketika sistem pertahanan rudal Israel mencegat roket-roket dari Lebanon.

Beberapa roket juga terlihat jatuh menghantam tanah.

Layanan ambulans Israel melaporkan dua orang mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.

Serangan balasan Israel ke pinggiran selatan Beirut dimulai hampir segera setelah serangan Hezbollah.

Setidaknya enam ledakan berturut-turut menggema di seluruh kota.

Militer Israel sebelumnya telah berulang kali memerintahkan warga di pinggiran selatan Beirut untuk meninggalkan wilayah tersebut selama sepekan terakhir.

Perintah ini memicu krisis pengungsian karena tempat penampungan pemerintah kesulitan menampung jumlah pengungsi yang terus meningkat.

Kurang dari seperempat dari sekitar 800.000 pengungsi berhasil mendapatkan tempat di penampungan resmi pemerintah.

Direktur Norwegian Refugee Council untuk Lebanon, Maureen Philippon, mengatakan para pengungsi hidup dalam kondisi yang sangat buruk.

Banyak tempat penampungan kekurangan fasilitas mandi dan toilet, beberapa keluarga harus berbagi satu ruangan, serta muncul kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular.

Baca juga: Israel Serang Beirut 2 Hari usai Lebanon Siap Berunding, Publik Pecah soal Diplomasi dan Perlawanan

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 634 orang, termasuk 91 anak-anak.

Pastor Katolik Pierre al-Rahi dan petugas medis Palang Merah Youssef Assaf, yang meninggal akibat luka dari serangan Israel terpisah di Lebanon selatan awal pekan ini, dimakamkan pada Rabu.

Paus Leo menyampaikan belasungkawa atas kematian Rahi dan menyebutnya sebagai gembala sejati.

Komite Internasional Palang Merah juga menyatakan duka atas kematian Assaf, yang disebut “kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas kemanusiaan”.

Sebelumnya pada Rabu, serangan Israel juga menghantam sebuah blok apartemen di pusat Beirut.

Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari Israel menargetkan kawasan jantung ibu kota Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang terluka dalam serangan tersebut, sementara militer Israel tidak memberikan komentar.

“Suara ledakannya tak terbayangkan, ketakutannya tak terbayangkan. Cukup sudah, ini mimpi buruk. Kapan ini akan berakhir?” kata Bassima Ramadan, warga yang tinggal di seberang lokasi serangan.

PERANG IRAN - Tangkap layar Al Jazeera English 11 Maret 2026, menampilkan serangan Israel di sebuah gedung di Beirut, Lebanon. Ini 5 skenario bagaimana perang di Iran berakhir.
PERANG IRAN - Tangkap layar Al Jazeera English 11 Maret 2026, menampilkan serangan Israel di sebuah gedung di Beirut, Lebanon. Ini 5 skenario bagaimana perang di Iran berakhir. (Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera)
Israel Tekan Lebanon di PBB

Militer Israel mengatakan telah menyerang ratusan target Hezbollah sejak 2 Maret.

Serangan udara dilakukan hampir setiap hari di Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut, dan Lembah Bekaa di bagian timur.

Israel juga mengirim bala bantuan militer ke perbatasan dengan Lebanon, termasuk Brigade elit Golani.

Pasukan Israel bahkan telah dikerahkan ke Lebanon selatan untuk membangun posisi baru.

Reuters melaporkan para pejuang Hezbollah tengah bersiap menghadapi kemungkinan invasi besar-besaran Israel ke wilayah selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon sebelumnya menyatakan ingin membentuk monopoli negara atas kepemilikan senjata.

Kabinet Lebanon pekan lalu juga melarang aktivitas militer Hezbollah.

Namun Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, mengatakan Beirut harus mengambil tindakan nyata.

“Jika Hezbollah benar-benar dibubarkan, di mana buktinya? Di mana operasi terhadap lokasi peluncuran roket mereka? Di mana penyitaan senjata mereka? Di mana militermu?” kata Danon.

Gelombang Serangan Baru

Militer Israel pada Rabu menyatakan telah melancarkan gelombang baru serangan skala besar terhadap target Hezbollah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang menjadi basis kekuatan kelompok tersebut.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan pasukan Israel akan segera bertindak dengan “kekuatan besar” terhadap fasilitas dan kemampuan militer Hezbollah setelah kelompok itu kembali menembakkan roket ke wilayah Israel dalam beberapa jam terakhir.

Serangan Israel juga kembali menghantam pusat Beirut untuk kedua kalinya sejak Lebanon terseret dalam konflik Timur Tengah.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan sebuah apartemen di kawasan padat penduduk Aisha Bakkar menjadi sasaran serangan udara.

Ledakan menghancurkan dinding lantai tujuh dan delapan bangunan tersebut serta merusak sejumlah mobil di sekitarnya.

“Saya berlari dari kamar ke kamar, menarik istri dan putri saya keluar dan menyembunyikan mereka di balik dinding, lalu serangan kedua terjadi,” kata Fawzi Asmar, seorang pemilik toko roti yang tinggal di jalan tersebut.

Paramedis pertahanan sipil, Samer Knio, mengatakan tim penyelamat sempat tertimpa pecahan kaca dan puing-puing saat mengevakuasi korban, namun tidak ada yang terluka.

Krisis Pengungsi Memburuk

Pihak berwenang Lebanon mengatakan sekitar 816.000 orang kini terdaftar sebagai pengungsi akibat konflik, dengan sekitar 126.000 orang tinggal di tempat penampungan kolektif.

Sebagian warga khawatir serangan Israel juga bisa menghantam tempat-tempat yang menjadi lokasi perlindungan warga sipil.

“Kami tidak tahu siapa yang mereka targetkan. Mungkin seseorang yang terkait dengan sesuatu, mungkin tidak,” kata Amal Hisham, 46 tahun.

“Siapa yang harus saya salahkan? Siapa yang tidak saya salahkan?”

Sementara itu, para pejabat senior PBB dan sejumlah negara anggota menyerukan penghentian pertempuran di Lebanon dalam pertemuan Dewan Keamanan di New York.

Duta Besar Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, mengatakan negara-negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi permusuhan di negara tersebut. (Arabnews.com/Alarabiya)

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved