Iran Vs Amerika Memanas
Militer Iran Peringatkan Akan Menargetkan Pasukan Asing yang Mendekati Selat Hormuz
Militer Iran memperingatkan akan menargetkan pasukan asing, khususnya AS, yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz tanpa koordinasi.
Ringkasan Berita:
- Militer Iran memperingatkan akan menargetkan pasukan asing, khususnya AS, yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz tanpa koordinasi.
- Ketegangan meningkat setelah AS mengumumkan misi menjamin kebebasan pelayaran, yang dianggap Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata.
- Situasi keamanan di Selat Hormuz dinilai masih kritis dengan meningkatnya aktivitas militer dan risiko terhadap pelayaran internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Komandan unit komando operasional tertinggi Iran memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan menargetkan pasukan asing mana pun, khususnya militer AS, yang mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz yang strategis.
Mengutip PressTV, dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (4/5/2026), Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah wewenang angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya adalah pusat komando tertinggi militer Iran yang mengoordinasikan operasi antara Angkatan Bersenjata reguler (Artesh) dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Jenderal Abdollahi menekankan bahwa seluruh pelayaran melalui jalur air strategis tersebut harus dikoordinasikan dengan pasukan militer Iran.
Ia juga menyatakan bahwa para pemimpin kriminal dan tentara Amerika yang agresif, telah melakukan pembajakan dan perampokan di perairan internasional, yang membahayakan perdagangan global dan keamanan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa Iran akan menjaga dan mengelola keamanan Selat Hormuz secara tegas.
Abdollahi juga menyerukan kepada seluruh kapal dagang dan kapal tanker untuk tidak melintasi selat tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan angkatan bersenjata yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Ia memperingatkan bahwa kegagalan untuk melakukannya dapat membahayakan keselamatan mereka.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa AS akan menjamin kebebasan pergerakan kapal di Selat Hormuz melalui misi yang ia sebut sebagai Proyek Kebebasan.
Ia mengatakan bahwa langkah tersebut akan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah.
Setelah pengumuman Trump, Ebrahim Azizi, kepala Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, memperingatkan bahwa setiap campur tangan Amerika di selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
“Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan diatur oleh unggahan khayalan Trump! Tidak seorang pun akan percaya skenario saling menyalahkan!” kata Azizi dalam unggahan di X.
Baca juga: Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz Gagal Goyang Harga Minyak Dunia, Brent Flat di 108 Dolar AS
Kronologi peristiwa penting di Selat Hormuz
Mengutip Al Jazeera, berikut kronologi penting terkait situasi di Selat Hormuz.
Pada 4 Maret 2026, beberapa hari setelah perang AS-Israel di Iran dimulai, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah mengambil kendali penuh atas Selat Hormuz.
IRGC menyatakan bahwa jalur air tersebut terbuka bagi dunia, tetapi tertutup bagi musuh-musuh Iran.