Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Drone Ukraina Sasar PLTN Zaporizhzhia dan Pelabuhan Minyak Rusia

Drone Ukraina menargetkan fasilitas nuklir dan pelabuhan minyak Rusia, memicu kekhawatiran global atas risiko keamanan.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Serangan drone Ukraina menargetkan fasilitas nuklir Zaporizhzhia dan pelabuhan minyak Rusia, memicu kekhawatiran global.
  • IAEA menegaskan serangan di sekitar instalasi nuklir berisiko tinggi, sementara Rusia memperingatkan dampak pada harga minyak dunia.
  • Eskalasi konflik terus meningkat dengan serangan drone dan korban sipil di kedua pihak.

TRIBUNNEWS.COM - Serangan pesawat tak berawak Ukraina menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di Ukraina tenggara, serta pelabuhan minyak Rusia di Laut Baltik.

Al Jazeera melaporkan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut sebuah drone menghantam laboratorium pengendalian radiasi eksternal di area luar fasilitas nuklir tersebut.

“Tim IAEA di lokasi tersebut telah meminta akses ke laboratorium,” kata Kepala IAEA Rafael Grossi.

Ia menegaskan, “serangan di dekat lokasi nuklir menimbulkan risiko keselamatan nuklir.”

Di sisi lain, otoritas Rusia melaporkan serangan Ukraina terhadap pelabuhan Primorsk di Laut Baltik, yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak utama negara tersebut.

Gubernur Leningrad Alexander Drozdenko mengatakan, “serangan tersebut tidak menyebabkan tumpahan minyak, namun memicu kebakaran yang berhasil dipadamkan.”

Ia juga menambahkan, “lebih dari 60 drone ditembak jatuh semalam di wilayah barat laut.”

Baca juga: Zelenskyy: Ukraina Serang Kapal dan Armada Bayangan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan tersebut dan mengklaim keberhasilan operasi militer.

“Penghancuran fasilitas pelabuhan Primorsk berhasil,” ujar Zelenskyy.

Ia menambahkan, “kerusakan signifikan juga terjadi pada infrastruktur pelabuhan pemuatan minyak.”

Irish Times melaporkan, serangan ini merupakan bagian dari upaya Ukraina untuk melemahkan pendapatan energi Rusia yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Sementara itu, Rusia memperingatkan dampak global dari serangan tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, “jika volume tambahan minyak kita dikeluarkan dari pasar, harga akan naik lebih jauh dari level saat ini.”

Di tengah eskalasi, kedua negara juga saling melaporkan korban sipil akibat serangan udara.

Serangan Rusia di wilayah Odesa dan Kherson dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini terus menunjukkan peningkatan intensitas, dengan ratusan drone diluncurkan hampir setiap hari oleh kedua belah pihak.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved