Senin, 1 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Penjelasan Ilmiah Mengapa Serangan AS Menyebabkan Hujan Asam di Iran

Hujan hitam turun di Iran setelah serangan udara AS-Israel terhadap depot minyak. Fenomena ini mengandung polutan berbahaya

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie

Asap dari depot minyak yang dibom juga kemungkinan mengandung sulfur dioksida dan nitrogen dioksida, yang merupakan prekursor pembentukan asam sulfat dan asam nitrat di udara.

Asam-asam tersebut kemudian masuk ke dalam tetesan air hujan dan menyebabkan apa yang disebut sebagai hujan asam.

Hujan asam yang banyak dibahas dalam beberapa dekade terakhir terutama disebabkan oleh sulfur dioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

Sulfur secara alami terdapat dalam minyak mentah, tetapi kini sebagian besar dihilangkan pada tahap penyulingan.

Selain hujan, perlu diingat bahwa semua jenis asap bersifat beracun.

Jika baunya dapat tercium, itu berarti polutan tersebut bisa berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan.

Karena itu, tingkat asap hitam yang terlihat di atas daerah padat penduduk di Iran sangat mengkhawatirkan dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Apa Saja Potensi Risiko Kesehatannya?

Dalam jangka pendek, orang yang terpapar asap hitam di Iran mungkin mengalami sakit kepala atau kesulitan bernapas, terutama bagi mereka yang menderita asma atau penyakit paru-paru.

Kelompok rentan, seperti orang lanjut usia, anak kecil, dan penyandang disabilitas, memiliki risiko yang lebih tinggi.

Paparan polusi udara beracun selama kehamilan juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lebih rendah.

Dalam jangka panjang, paparan senyawa di udara dan dalam hujan hitam ini berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Ketika partikel ultrahalus (PM2.5) terhirup, partikel tersebut dapat masuk ke dalam aliran darah.

Hal ini telah dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan, termasuk kanker, gangguan neurologis seperti gangguan kognitif, serta berbagai penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Di Mana Netanyahu? Media Iran Sebut PM Israel Tewas, Ada yang Bilang Lari ke Jerman

Ketika gumpalan udara yang sangat tercemar ini membawa polutan ke perairan alami, zat-zat tersebut juga dapat mulai memengaruhi kehidupan akuatik serta sumber air minum manusia.

Masalah lain adalah hujan hitam ini mengendapkan senyawa-senyawa tersebut pada bangunan, jalan, dan berbagai permukaan, yang berarti zat tersebut dapat kembali terangkat ke udara ketika terganggu oleh angin kencang.

WHO Keluarkan Peringatan

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved