Iran Vs Amerika Memanas
Penjelasan Ilmiah Mengapa Serangan AS Menyebabkan Hujan Asam di Iran
Hujan hitam turun di Iran setelah serangan udara AS-Israel terhadap depot minyak. Fenomena ini mengandung polutan berbahaya
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa serangan terhadap depot minyak Iran yang menyebabkan hujan hitam dapat memicu masalah pernapasan karena polutan beracun menyebar melalui udara.
“Hujan hitam, yang juga disebut sebagai hujan asam, yang turun di Teheran memang merupakan bahaya bagi penduduk kota,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Selasa (10/3/2026).
“Kami terus berkomunikasi dengan rumah sakit dan pihak berwenang, dan otoritas Iran telah mengeluarkan peringatan yang menyarankan masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan, terutama setelah serangan terhadap gudang minyak,” katanya, menurut laporan berita PBB.
Lindmeier juga mencatat bahwa serangan balasan Iran terhadap fasilitas minyak di Bahrain dan Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran tentang paparan polusi regional yang lebih luas dari polutan jangka panjang serta dampaknya terhadap sumber air yang terkontaminasi.
WHO juga memantau pelepasan hidrokarbon beracun, oksida sulfur, dan senyawa nitrogen di udara.
Masing-masing senyawa tersebut berbahaya bagi manusia.
Menghirup atau mengonsumsi hidrokarbon dapat berpotensi menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian, menurut UConn Health, afiliasi dari Universitas Connecticut.
Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, memperingatkan bahwa dampak serangan terhadap fasilitas minyak ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah prinsip proporsionalitas dan kehati-hatian dalam hukum humaniter internasional telah dipenuhi.
Ia menekankan bahwa lokasi yang diserang tampaknya tidak digunakan secara eksklusif untuk tujuan militer.
Organisasi Perlindungan Lingkungan Iran mendesak masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan dan memperingatkan bahwa hujan minyak yang sangat asam dan berbahaya dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit serta kerusakan paru-paru yang parah, lapor NBC News.
“Jika hujan mengenai kulit, jangan digosok. Segera bilas dengan air dingin yang mengalir,” kata lembaga tersebut.
Mengutip The Hill, konflik dan penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan bensin dunia, telah mengakibatkan lonjakan harga bensin.
American Arbitration Association (AAA) memperkirakan harga rata-rata nasional bensin mencapai 3,54 dolar AS.
Presiden AS Donald Trump, menyebut lonjakan harga tersebut sebagai bagian dari “ekskursi singkat”.
Ia juga mengatakan bahwa kenaikan tersebut merupakan harga yang sangat kecil untuk dibayar untuk menghilangkan ancaman nuklir Iran.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)