Iran Vs Amerika Memanas
Balas Serangan AS-Israel, Hacker Pro-Iran Serang Raksasa Medis AS Stryker, Klaim Rampas 50 TB Data
Kelompok peretas terkait Iran menyerang jaringan Stryker dan mengklaim mencuri 50 TB data sebagai balasan konflik AS-Israel.
Perusahaan itu mencatat pendapatan lebih dari 25 miliar dolar AS pada 2025 dan produknya digunakan oleh lebih dari 150 juta pasien setiap tahun di 61 negara.
Menurut laporan Agence France-Presse, kelompok Handala juga mengklaim melakukan serangan terhadap perusahaan pembayaran elektronik Verifone.
Namun Verifone menyatakan tidak menemukan bukti gangguan pada sistem mereka dan layanan kepada klien tetap berjalan normal.
Ancaman Perang Siber
Serangan ini terjadi ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat konflik Iran dengan AS dan Israel.
Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran bahkan disebut telah mempublikasikan daftar perusahaan teknologi Amerika seperti Google, Microsoft, dan Nvidia sebagai target potensial berikutnya.
Analis keamanan siber dari Check Point menyebut kelompok Handala sebagai salah satu kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran dan telah lama dipantau aktivitasnya.
Laporan dari tim intelijen keamanan Google juga mencatat kelompok tersebut sering melakukan operasi peretasan, pembocoran data, hingga kampanye doxxing untuk menciptakan ketakutan dan ketidakpastian di ruang digital.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)