Era Baru AI: Robot Polantas Mulai Aktif Bertugas dan MotoRobot di Jalan Raya
Robot polisi lalu lintas di Shenzhen dan MotoRobot OMO X menandai era baru AI di ruang publik, dari pengaturan jalan hingga mobilitas motor pintar.
Ringkasan Berita:
- Kecerdasan buatan semakin hadir di kehidupan sehari-hari.
- Di Shenzhen, robot polisi lalu lintas kini mengatur kendaraan dan menegur pelanggar secara otomatis dengan sistem AI.
- Sementara itu, perusahaan OMOWAY memperkenalkan MotoRobot OMO X
TRIBUNNEWS.COM - Kecerdasan buatan (AI) kini benar-benar hadir di ruang publik, dari persimpangan jalan hingga roda dua.
Robot polantas di Shenzhen menunjukkan bagaimana teknologi mampu menggantikan peran manusia dalam mengatur lalu lintas, sementara MotoRobot membuka babak baru mobilitas sepeda motor yang lebih aman dan stabil.
Kehadiran keduanya menandai era baru di mana AI bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Robot Humanoid di Tiongkok Pamer Jurus Tinju Mabuk hingga Memperagakan Teknik dengan Pedang
Robot Polantas Mulai Aktif Bertugas
Seperti dilansir Xinhua pada Jumat (13/3/2026), sosok futuristik kini hadir mengatur lalu lintas di pusat teknologi Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.
Di Bantian, Distrik Longgang, sebuah robot dengan atribut “Shenzhen Traffic Police” resmi bertugas sejak 6 Maret, mengatur arus kendaraan pada jam sibuk pagi di sebuah persimpangan.
Robot ini sebelumnya hanya berperan sebagai penyampai pesan keselamatan di tepi jalan, namun kini berdiri kokoh di tengah persimpangan sebagai komandan lalu lintas.
Berbeda dengan pos polisi tradisional, robot ini menggunakan modul sendi presisi tinggi untuk melakukan gerakan standar lalu lintas—seperti memberi isyarat jalan lurus, belok, dan berhenti—secara sinkron dengan lampu lalu lintas.
Sistem pengenalan visual berbasis AI membuatnya mampu “mengawasi” persimpangan dengan cermat.
Saat mendeteksi pelanggaran, seperti pengendara e-bike tanpa helm atau kendaraan berhenti melewati garis, robot segera meniup peluit peringatan dan memberi gestur korektif, membentuk sistem manajemen tertutup “identifikasi–peringatan–persuasi”.
Inovasi ini sejalan dengan reputasi Shenzhen sebagai “Kota Teknologi” utama Tiongkok.
Laporan kerja pemerintah kota menegaskan statusnya sebagai pemimpin nasional dalam inovasi, dengan intensitas investasi R&D mencapai 6,67 persen—tertinggi di seluruh kota di Tiongkok—dan lebih dari 93 persen berasal dari perusahaan.
Bantian, rumah bagi raksasa teknologi seperti Huawei, menjadi ekosistem ideal untuk uji coba solusi manajemen kota mutakhir ini.
Penerapan robot polisi lalu lintas merupakan bagian dari tren nasional dalam sektor robot humanoid yang berkembang pesat.
Sejak tahun lalu, kota-kota besar seperti Shanghai, Hangzhou, dan Chengdu mulai mengeksplorasi penggunaan robot polisi dalam tugas harian.
Industri ini telah bergerak dari terobosan tunggal menuju fase kematangan sistematis, yang ditampilkan jelas dalam Gala Festival Musim Semi 2026, ketika sejumlah perusahaan robotik Tiongkok memamerkan mesin yang lincah dan terkoordinasi.
Menurut firma riset pasar teknologi global Omdia, Tiongkok menyumbang 90 persen pengiriman robot humanoid dunia pada 2025.
Sementara Morgan Stanley memproyeksikan penjualan di Tiongkok akan berlipat ganda menjadi 28.000 unit pada 2026.
Pertumbuhan ini kini bergeser dari hiburan ke aplikasi nyata. Robot polisi lalu lintas menjadi contoh nyata transisi dari laboratorium ke jalan raya, secara efektif “menggantikan tenaga polisi dengan teknologi”.
Respon publik sangat positif. Seorang netizen Guangdong bernama STORY berkomentar, “Ini benar-benar pemanfaatan robot yang baik. Mereka membantu mengurangi beban polisi, sehingga aparat bisa lebih fokus melindungi masyarakat.”
Ke depan, peran robot polisi ini diproyeksikan akan semakin luas.
Pemerintah lokal menyebut aplikasi uji coba di Bantian dapat diperluas ke pemeriksaan alkohol, respons awal kecelakaan, deteksi pelanggaran cerdas, hingga pengumpulan bukti, membuka jalan bagi era baru tata kelola kota pintar.
Rekan Kerja Polisi
“Demi keselamatan Anda, silakan berkendara dengan sepeda di jalur kendaraan tidak bermotor,” terdengar sebuah suara memperingatkan seorang pesepeda yang melaju ke jalur kendaraan bermotor di sebuah persimpangan ramai di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur.
Namun peringatan itu bukan berasal dari polisi lalu lintas manusia, melainkan dari robot humanoid yang berdiri tegak di pulau pengaman di tengah jalan.
Mengenakan seragam polisi, rompi reflektif, dan topi putih, robot petugas tersebut—yang memiliki nomor lencana “Intelligent Police Unit R001”—sekilas tampak seperti manusia dari kejauhan.
Namun dari dekat, tampilannya yang metalik dan futuristik membuatnya menjadi daya tarik tersendiri.
Banyak pejalan kaki sering berhenti untuk mengambil foto pemandangan bergaya cyberpunk tersebut.
“Ini adalah rekan kerja baru yang mampu membantu kami secara efektif,” kata Jiang Zihao, seorang polisi lalu lintas di Wuhu.
Menurut Jiang, robot “Intelligent Police Unit R001” merupakan robot polisi lalu lintas berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan sistem lampu lalu lintas kota. Robot ini dapat melakukan gerakan standar pengaturan lalu lintas yang tersinkronisasi dengan perubahan lampu.
Dilengkapi kamera definisi tinggi serta sistem siaran suara cerdas, robot tersebut menggunakan algoritma model besar untuk secara otomatis mengidentifikasi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kendaraan tidak bermotor maupun pejalan kaki, kemudian memberikan peringatan langsung di lokasi.
Selain bertugas secara statis, robot ini juga dapat bergerak. Ia mampu berpindah secara mandiri ke lokasi tertentu sesuai perintah. Kemampuannya juga mencakup mendeteksi parkir ilegal serta memantau kondisi jalan secara real-time.
“Robot ini bisa bekerja sepanjang waktu,” ujar Jiang, seraya menambahkan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kerja polisi, terutama pada jam sibuk atau saat kondisi cuaca ekstrem.
“RoboCop” ini menjadi tambahan terbaru dalam armada asisten lalu lintas berbasis AI yang terus berkembang di Tiongkok.
Baca juga: Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Kembali Dilakukan, Libatkan Perusahaan Robot
MotoRobot di Jalan Raya
Sementara itu di tempot berbeda, Perusahaan teknologi mobilitas pintar OMOWAY meluncurkan arsitektur teknologi terbarunya, OMO-ROBOT Architecture. OMO X, sepeda motor listrik dengan teknologi penyeimbang otomatis pertama di dunia yang diproduksi massal, telah resmi memasuki tahap produksi massal.
MotoRobot ini hadir setelah dilakukan pengembangan teknologi kendaraan roda dua yang memadukan kecerdasan buatan AI, sensor persepsi, serta sistem robotik untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, stabil, dan adaptif bagi pengguna.
Sistem ini menggabungkan teknologi giroskop kelas kedirgantaraan dengan model kecerdasan buatan berbasis reinforcement learning yang dikembangkan secara internal.
Singapura dipilih sebagai tempat peluncuran, karena negara tersebut sebagai pusat inovasi teknologi di Asia Tenggara.
Singapura juga dipilih karena menjadi gerbang strategis menuju pasar regional. MotoRobot berupaya memecahkan salah satu tantangan paling mendasar dalam kendaraan roda dua, yaitu menjaga keseimbangan.
Selama lebih dari satu abad, sepeda motor dikenal sebagai kendaraan yang mudah terjatuh ketika berhenti atau bergerak sangat lambat.
“Selama bertahun-tahun kami bertanya satu hal sederhana: mengapa sepeda motor masih bisa jatuh ketika berhenti? Dari pertanyaan itu lahir gagasan untuk membangun kendaraan roda dua yang mampu menjaga keseimbangannya sendiri,” ujar Founder OMOWAY, Todd He.
MotoRobot mempunyai kemampuan yang menyerupai naluri manusia. Sistem ini mampu “melihat” melalui sistem persepsi visual 360 derajat, “berpikir” melalui model pengambilan keputusan dalam hitungan milidetik, “bertindak” melalui koordinasi presisi antara motor, pengereman, kemudi, dan giroskop, serta “bereaksi” secara instan melalui arsitektur listrik dan elektronik berperforma tinggi.
Kendaraan ini menggunakan modul Control Moment Gyroscope (CMG) presisi tinggi yang memanfaatkan prinsip konservasi momentum sudut sehingga motor dapat tetap tegak bahkan ketika berjalan sangat lambat atau berhenti.
Dengan teknologi tersebut, MotoRobot mampu mempertahankan stabilitas secara otonom dan membantu pengendara dalam berbagai situasi berkendara.
Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan keselamatan, terutama bagi pengendara pemula atau dalam kondisi lalu lintas yang padat.
Selain teknologi penyeimbang otomatis, motor ini juga dilengkapi dengan sistem keamanan aktif yang disebut “All-Scenario Protection”.
Sistem ini memungkinkan kendaraan melakukan intervensi aktif dalam berbagai kondisi, seperti membantu mencegah selip di jalan basah, memberikan bantuan stabilitas saat menikung, hingga melakukan penghindaran rintangan dalam situasi darurat.
Inovasi tersebut mengubah konsep sepeda motor tradisional menjadi kendaraan yang lebih cerdas dan responsif.
“Kami membayangkannya sebagai robot mobilitas yang mampu memahami lingkungan dan bekerja sama dengan pengendara untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman,” kata Todd He.
(XINHUA/TRIBUNNEWS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MOTOROBOT-DAN-POLANTAS-ROBOT-ERA-BARU-AI.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.