Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Guncang Jalur Minyak Global, Selat Hormuz Tercekik, Terusan Panama Jadi Rute Alternatif
Perang Iran ganggu jalur energi dunia. Selat Hormuz tercekik, trafik Terusan Panama naik seiring lonjakan biaya bahan bakar.
Ringkasan Berita:
- Perang Iran mengganggu jalur energi global dengan menekan arus kapal di Selat Hormuz.
- Kondisi ini membuat trafik Terusan Panama meningkat sebagai rute alternatif distribusi bahan bakar.
- Lonjakan biaya logistik dan perubahan pasar energi mendorong pergeseran jalur perdagangan dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak luas terhadap jalur distribusi energi global.
Ketegangan yang menekan arus pelayaran di Selat Hormuz membuat sejumlah perusahaan pelayaran dan energi mencari rute alternatif, termasuk melalui Terusan Panama.
Dilansir dari CNN, kenaikan tajam harga bahan bakar serta biaya pengangkutan kargo menjadi faktor utama meningkatnya aktivitas pelayaran di kanal yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik tersebut.
Jalur Panama dinilai lebih efisien karena lebih pendek dibandingkan rute pelayaran lain.
Aktivitas Terusan Panama Meningkat
Wakil Administrator Terusan, Ilya Espino de Marotta, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencatat adanya peningkatan jumlah transit kapal dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang mengubah pola perdagangan energi dunia.
Ia menjelaskan bahwa berkat kondisi musim kemarau yang lebih lembap tahun ini, Terusan Panama mampu meningkatkan kapasitas operasionalnya.
Saat ini kanal tersebut dapat menampung sekitar 40 hingga 41 transit kapal per hari, lebih tinggi dibandingkan kapasitas normal yang berada di kisaran 36 transit.
Kendati demikian, Espino de Marotta menilai peningkatan tersebut tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Ia menyebut angka transit yang lebih realistis untuk menjaga keberlanjutan operasional berada di kisaran 38 kapal per hari.
Baca juga: Tentara AS Kelimpungan! Akui Belum Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz di Tengah Ancaman Iran
Dampak Kekeringan dan El Niño
Peningkatan kapasitas ini menjadi krusial setelah Terusan Panama sempat menghadapi tantangan serius akibat kekeringan ekstrem selama fenomena El Niño pada 2023 dan 2024.
Saat itu, permukaan air di Danau Gatun yang menjadi sumber utama operasional pintu air kanal turun drastis hingga mencapai titik terendah dalam sejarah.
Kondisi tersebut menyebabkan jumlah transit harian sempat dibatasi hanya sekitar 24 kapal.
Secara teknis, Terusan Panama beroperasi sebagai sistem “lift air” yang menaikkan dan menurunkan kapal melalui serangkaian pintu air.