Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Momen Quds yang Menggetarkan, Trump Realistis Akui Hambatan Besar Gulingkan Rezim Iran

Kontras dengan harapan Trump akan adanya pemberontakan, jutaan warga Iran di lebih dari 900 kota dan puluhan ribu desa turun ke jalan peringati Quds.

Editor: Willem Jonata
tangkapan layar/Presstv
DEMONSTRASI - Jutaan warga Iran berdemonstrasi saat peringatan Hari Quds Internasional di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Seorang demonstrans tewas akibat bom AS-Israel. 
Ringkasan Berita:
  • Jutaan warga Iran di lebih dari 900 kota dan puluhan ribu desa turun ke jalan memperingat hari Quds Internasional
  • Momen itu menunjukkan sinyal ketahanan rezim Iran. Warga membawa poster bergambar pemimpin tertinggi mereka
  • Trump sadar dan menunjukkan sikap realistis, bahwa menggulingkan rezim hal tersulit untuk dilakukan

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya menunjukkan sikap realistis terkait ambisinya untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Setelah berpekan-pekan mendesak rakyat Iran untuk turun ke jalan dan merebut kekuasaan, Trump kini mengakui bahwa menumbangkan rezim tersebut merupakan hambatan besar yang sulit dicapai dalam waktu dekat.

Pengakuan ini muncul di tengah eskalasi militer AS yang mengirimkan sekitar 2.200 personel Marinir menggunakan tiga kapal perang ke Timur Tengah.

Baca juga: Iran Bikin Trump Gentar, Ancam Bumi Hangus Fasilitas Minyak Timteng Jika Kilang Energinya Disenggol

Baca juga: Tahu Jadi Target Pembunuhan, Cara Khamenei Siapkan Kematiannya Agar Rezim Tetap Eksis

Trump mencatat bahwa rakyat sipil yang tidak memiliki persenjataan, akan sangat sulit melawan kekuatan militer rezim yang masih kokoh.

DEMONSTRASI - Jutaan warga Iran berdemonstrasi saat peringatan Hari Quds Internasional di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Seorang demonstrans tewas akibat bom AS-Israel.
DEMONSTRASI - Jutaan warga Iran berdemonstrasi saat peringatan Hari Quds Internasional di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Seorang demonstrans tewas akibat bom AS-Israel. (tangkapan layar/Presstv)

"Saya benar-benar berpikir itu adalah hambatan besar bagi orang-orang yang tidak memiliki senjata. Itu akan terjadi, tapi mungkin tidak segera," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio, Jumat (13/3/2026).

Trump juga menyinggung nasib Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, yang dikabarkan terluka pada awal perang. 

"Saya pikir dia cedera, tapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam beberapa bentuk," ujar Trump

Lautan manusia di Hari Quds, sinyal ketahanan rezim

Kontras dengan harapan Trump akan adanya pemberontakan internal, jutaan warga Iran di lebih dari 900 kota dan puluhan ribu desa, turun ke jalan, pada Jumat waktu setempat, seperti dikabarkan Tasnim. 

Mobilisasi massa ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Quds Internasional, sekaligus bentuk solidaritas terhadap Palestina dan kecaman atas agresi Israel di Gaza yang didukung AS.

Di Teheran, pusat demonstrasi berubah menjadi lautan bendera Palestina dan potret pemimpin tertinggi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tampak berbaur langsung dengan masyarakat di tengah guyuran hujan dan ancaman serangan udara musuh. 

Kehadiran para petinggi ini mengirimkan pesan persatuan antara rakyat dan pemerintah yang masih solid meski telah melewati 12 hari pengeboman oleh pasukan AS dan Israel.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved