Iran Vs Amerika Memanas
Serangan AS ke Pulau Kharg Picu Kekhawatiran Gangguan Pasokan Minyak Global
Pulau tersebut merupakan fasilitas ekspor utama Iran yang menyalurkan sebagian besar minyak ke pasar internasional.
Ringkasan Berita:
- Serangan militer Amerika Serikat ke Pulau Kharg memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
- Pulau tersebut merupakan fasilitas ekspor utama Iran yang menyalurkan sebagian besar minyak ke pasar internasional.
- Konflik AS-Iran juga mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan mendorong harga minyak melonjak.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik yang terus memanas di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi dunia.
Serangan militer Amerika Serikat ke Pulau Kharg di Teluk Persia memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak yang lebih luas.
Pulau Kharg merupakan fasilitas ekspor minyak utama Iran yang menyalurkan sebagian besar produksi minyak mentah negara tersebut ke pasar internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan melalui unggahan di akun Truth Social pada Jumat (13/3/2026) bahwa militer AS telah membombardir target militer di Pulau Kharg, namun tidak menyasar infrastruktur minyak.
Baca juga: Iran Ngamuk, Ancam Hancurkan Aset Minyak AS usai Pulau Kharg Dibom
Trump sekaligus memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat berubah jika Iran terus mengganggu kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia.
Pemerintah Iran merespons dengan keras. Teheran menyatakan setiap serangan terhadap fasilitas minyak dan energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap instalasi energi yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Meski kedua pihak belum melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas energi, serangan tersebut meningkatkan risiko di pasar minyak global.
Konflik yang berlangsung selama dua pekan itu telah mengganggu produksi dan hampir melumpuhkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak melonjak lebih dari 40 persen.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) bahkan menyebut konflik tersebut telah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak.
Iran sangat bergantung pada Pulau Kharg. Sekitar sembilan dari setiap 10 barel ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau tersebut, dengan sebagian besar pengirimannya menuju China.
Peneliti Senior di Center for a New American Security Rachel Ziemba, menilai langkah Washington sebagai upaya meningkatkan tekanan untuk mendorong deeskalasi.
"Ini adalah cara Trump meningkatkan eskalasi untuk menurunkan eskalasi. Risiko terbesar bagi pasar minyak dan perang ini adalah apakah Iran akan melakukan pembalasan," ucap Ziemba dikutip dari Bloomberg, Sabtu (14/3/2026).
Analis JPMorgan Chase & Co. menyebut dampak terhadap pasokan minyak mungkin masih terbatas selama dermaga pemuatan, tangki penyimpanan dan jaringan pipa di Pulau Kharg tetap utuh.
Jika fasilitas tersebut tidak rusak, kapasitas ekspor Iran diperkirakan masih berada di kisaran 1,5-1,7 juta barel per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengeboran-minyak-dunia.jpg)