Iran Vs Amerika Memanas
Donald Trump Terkejut Negara-Negara Teluk Menjadi Target Serangan Balasan Iran
Donald Trump mengatakan ia terkejut negara-negara Teluk menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengatakan ia terkejut negara-negara Teluk menjadi sasaran serangan balasan Iran.
- Iran meluncurkan ribuan drone dan rudal yang menghantam berbagai fasilitas di kawasan tersebut.
- Trump menegaskan ia belum siap membuat kesepakatan dengan Iran karena syarat yang ditawarkan belum cukup kuat.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden AS Donald Trump mengatakan ia terkejut bahwa sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Negara Teluk adalah sebutan bagi negara-negara Arab yang terletak di sekitar Teluk Persia, yaitu Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News yang diterbitkan pada Minggu (15/3/2026), Trump menyebut negara-negara tersebut diserang secara tidak perlu.
Ketika berbicara tentang keputusan Iran untuk menargetkan mereka, Trump mengatakan, “Itu adalah kejutan terbesar dari keseluruhan hal ini.”
Sebagai informasi, selama beberapa dekade, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Oman adalah mitra AS yang mengizinkan keberadaan pangkalan militer, infrastruktur, atau akses militer AS di wilayah mereka.
Negara-negara tersebut juga termasuk di antara pembeli terbesar senjata dan teknologi Amerika.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat telah menjadi mitra dan pelindung militer terdekat serta paling signifikan bagi negara-negara Teluk.
Kini, banyak negara di kawasan tersebut memiliki kekhawatiran yang semakin besar terhadap hubungan itu, kata para analis, karena mereka semakin terseret ke dalam perang yang tidak mereka mulai dan telah berusaha mereka cegah melalui jalur diplomasi, mengutip The Guardian.
Meskipun negara-negara Teluk telah memperkirakan kemungkinan adanya dampak balasan, skala kampanye balas dendam Iran tetap mengejutkan banyak pihak.
Negara-negara Teluk sebelumnya telah meyakinkan Iran bahwa tidak ada pangkalan di wilayah mereka yang akan digunakan untuk melancarkan serangan.
Namun, hal itu tidak menghentikan Iran untuk meluncurkan ribuan drone dan rudal yang menargetkan bandara, pangkalan militer, kilang minyak, pelabuhan, hotel, dan gedung perkantoran.
Baca juga: Pakar: Jika Perang Lebih dari 3 Bulan, Iran dan AS Akan Kehabisan Persenjataan
Trump Mengatakan Belum Siap Membuat Kesepakatan dengan Iran
Dalam wawancara yang sama dengan NBC News, Donald Trump mengatakan bahwa ia belum bersedia membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran pada tahap ini.
“Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena persyaratannya belum cukup baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa persyaratan apa pun harus sangat kuat dan menguntungkan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan syarat kesepakatan untuk mengakhiri perang, presiden menjawab: