Iran Vs Amerika Memanas
Dilema Hormuz: Bagaimana Iran Mengubah Selat itu Jadi Jebakan bagi Amerika Serikat?
Merebut kembali kendali atas Selat Hormuz dari Iran tidak akan tercapai tanpa mengerahkan pasukan darat, langkah yang ogah dilakukan AS.
Dilema Hormuz: Bagaimana Iran Mengubah Selat itu Jadi Jebakan bagi Amerika Serikat?
TRIBUNNEWS.COM - Harian Daily Mail mengulas dampak blokade selat Hormuz yang dilakukan militer Iran sebagai bagian dari strategi perang mereka menghadapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan media Inggris itu mengatakan kalau AS menghadapi dampak ekonomi dan militer yang sangat serius sebagai akibat dari operasi militernya terhadap Iran.
"Serangan AS-Israel ke Iran membuat Teheran menjadikan Selat Hormuz sebagai kartu tekanan yang ampuh terhadap Amerika," kata laporan itu.
Surat kabar itu menambahkan, merujuk pada langkah Presiden AS, Donald Trump, kalau penutupan Selat Hormuz menjadi serangan balik yang efektif dari Iran terhadap kepentingan AS di kawasan.
Media tersebut secara terang-terangan kalau Trump telah salah perhitungan.
"Sudah jelas bahwa dia melakukan kesalahan perhitungan serius dengan menyerang Iran. Dua hari setelah peluncuran Operasi Epic Wrath pada 28 Februari, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, yang kini telah menjadi taktik tekanan," tulis Daily Mail.
Dilema AS, Trump Salah Perhitungan
Laporan media itu mencatat kalau, setelah keputusan menyerang Iran ini, harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari $100 per barel.
"Ini menandai meroketnya harga minyak dunia sebesar $27 dibandingkan dengan harga sebelum serangan gabungan AS-Israel ke Iran dimulai," kata laporan itu.
Surat kabar itu menggambarkan keputusan Amerika untuk menyerang Iran sebagai "kesalahan perhitungan yang serius,".
Laporan juga mencatat kalau merebut kembali kendali atas Selat Hormuz tidak akan tercapai tanpa mengerahkan pasukan darat.
Baca juga: Amerika Pertimbangkan Kirim Delta Force Masuk Wilayah Iran, Perang Darat Hancurkan Isfahan
"Pengerahan pasukan darat (masuk Iran), sebuah pilihan yang tampaknya enggan diambil oleh pemerintahan AS saat ini," kata ulasan tersebut.
Di sisi lain, Iran tampak mendorong agar perang berlanjut ke invasi darat.
Mereka meyakini kalau pertempuran darat akan memudahkan militer Iran, terutama bagi Garda Revolusi Iran (IRGC).
Dengan kata lain, Selat Hormuz merupakan jebakan Iran bagi AS untuk mengerahkan pasukan daratnya ke wilayah itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lalulintas-kapal-di-Selat-Hormuz.jpg)