Iran Vs Amerika Memanas
Trump Salah Perhitungan, Ini Alasan-Alasan Kenapa Perang Iran akan Berlangsung Panjang
Bahkan setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel, pemerintah Iran tidak jatuh.
Trump Salah Perhitungan, Ini Alasan-Alasan Kenapa Perang Iran akan Berlangsung Panjang
TRIBUNNEWS.COM - Kolumnis opini, Paul Post dan pakar hukum Universitas Chicago, Begah Bani Hashemi, berpendapat dalam artikel di majalah Time kalau perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mungkin tidak sesingkat yang digembar-gemborkan retorika tokoh politik macam Donald Trump, Presiden AS.
Alih-alih, singkat dan cepat, Perang Iran dapat berubah menjadi konflik jangka panjang dan kompleks yang melibatkan pertimbangan militer, politik, dan ekonomi.
Artikel tersebut juga mencatat kalau Trump sudah salah berhitung.
Baca juga: Inggris Kena Getah Serangan AS-Israel ke Iran: Kirim Jet F-35 dan Typhoon ke Timur Tengah
Indikasi itu terlihat saat Trump pada awalnya menyatakan kalau AS akan melancarkan serangan cepat dan presisi dengan tujuan "menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran" saat ini.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei sempat membangkitkan optimisme Trump dan AS tersebut sebelum akhirnya rantai komando dan pemerintahan dan militer Iran, termasuk unit Garda Revolusi (IRGC) bertindak mengamankan jalannya roda pemerintahan di situasi perang.
Dalam sebuah wawancara dengan situs berita Axios, ia juga menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, menambahkan: "Kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka perang ini akan berakhir."
Belakangan, setelah perang memasuki pekan kedua, Trump kemudian mengatakan kalau perang itu "tidak akan cepat."
Saat berbicara soal operasi militer melawan Iran, Trump juga berbicara tentang potensi korban jiwa di pihak Amerika.
Beberapa hari kemudian, ia mengatakan perang bisa berlangsung "empat hingga lima minggu," dan "jauh lebih lama" jika perlu.
Tujuan AS Tak Jelas
Menurut artikel di Time, tujuan yang dinyatakan oleh pemerintahan AS dalam perang melawan Iran ini sekarang berkisar dari mengekang ambisi nuklir hingga berupaya menggulingkan rezim Iran.
Kata 'berkisar' merujuk pada ketidakpastian sasaran yang hendak dicapai dalam perang ini.
Menurut para pengamat geopolitik, tak pastinya tujuan yang mau dicapai AS ini dapat membuat eskalasi berubah menjadi perang gesekan (atrisi) jangka panjang.
Menurut Bani Hashemi, keraguan dalam tujuan ini mencerminkan ambiguitas dalam strategi Amerika mengenai bagaimana mengakhiri perang atau seperti apa fase selanjutnya.
Para penulis menjelaskan, realitas di lapangan dan bukti sejarah menunjukkan kebalikan dari apa yang diklaim Trump yang sempat menggaungkan kalau perang melawan Iran akan berlangsung singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-Iran-Teheran.jpg)