Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Salah Perhitungan, Ini Alasan-Alasan Kenapa Perang Iran akan Berlangsung Panjang

Bahkan setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS-Israel, pemerintah Iran tidak jatuh.

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
IBU KOTA IRAN - Bendera Iran di ibu kota mereka, Teheran. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran diguncang gelombang demonstrasi atas krisis multisektor yang terjadi di negara tersebut, mendorong aparat pemerintah melakukan aksi represif yang berujung ancaman Amerika Serikat (AS) untuk turun tangan dengan menyerang pemerintah Iran. 

Trump Salah Perhitungan, Ini Alasan-Alasan Kenapa Perang Iran akan Berlangsung Panjang

TRIBUNNEWS.COM - Kolumnis opini, Paul Post dan pakar hukum Universitas Chicago, Begah Bani Hashemi, berpendapat dalam artikel di majalah Time kalau perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mungkin tidak sesingkat yang digembar-gemborkan retorika tokoh politik macam Donald Trump, Presiden AS.

Alih-alih, singkat dan cepat, Perang Iran dapat berubah menjadi konflik jangka panjang dan kompleks yang melibatkan pertimbangan militer, politik, dan ekonomi.

Artikel tersebut juga mencatat kalau Trump sudah salah berhitung.

Baca juga: Inggris Kena Getah Serangan AS-Israel ke Iran: Kirim Jet F-35 dan Typhoon ke Timur Tengah

Indikasi itu terlihat saat Trump pada awalnya menyatakan kalau AS akan melancarkan serangan cepat dan presisi dengan tujuan "menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran" saat ini.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei sempat membangkitkan optimisme Trump dan AS tersebut sebelum akhirnya rantai komando dan pemerintahan dan militer Iran, termasuk unit Garda Revolusi (IRGC) bertindak mengamankan jalannya roda pemerintahan di situasi perang.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita Axios, ia juga menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, menambahkan: "Kapan pun saya ingin perang ini berakhir, maka perang ini akan berakhir."

Belakangan, setelah perang memasuki pekan kedua, Trump kemudian mengatakan kalau perang itu "tidak akan cepat."

Saat berbicara soal operasi militer melawan Iran, Trump juga berbicara tentang potensi korban jiwa di pihak Amerika.

Beberapa hari kemudian, ia mengatakan perang bisa berlangsung "empat hingga lima minggu," dan "jauh lebih lama" jika perlu.

DI DEPAN PINTU IRAN - Kapal induk Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi di Timur Tengah, AS mengirimkan dua kapal induk mereka di perairan Teluk, dekat Iran.
DI DEPAN PINTU IRAN - Kapal induk Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi di Timur Tengah, AS mengirimkan dua kapal induk mereka di perairan Teluk, dekat Iran. (HO/IST/Wikimedia commons)

Tujuan AS Tak Jelas

Menurut artikel di Time, tujuan yang dinyatakan oleh pemerintahan AS dalam perang melawan Iran ini sekarang berkisar dari mengekang ambisi nuklir hingga berupaya menggulingkan rezim Iran.

Kata 'berkisar' merujuk pada ketidakpastian sasaran yang hendak dicapai dalam perang ini.

Menurut para pengamat geopolitik, tak pastinya tujuan yang mau dicapai AS ini dapat membuat eskalasi berubah menjadi perang gesekan (atrisi) jangka panjang.

Menurut Bani Hashemi, keraguan dalam tujuan ini mencerminkan ambiguitas dalam strategi Amerika mengenai bagaimana mengakhiri perang atau seperti apa fase selanjutnya.

Para penulis menjelaskan, realitas di lapangan dan bukti sejarah menunjukkan kebalikan dari apa yang diklaim Trump yang sempat menggaungkan kalau perang melawan Iran akan berlangsung singkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved